digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - KRifan Suryadi
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Sitral merupakan senyawa aldehida monoterpenoid yang tersusun atas dua isomer utama, yaitu neral dan geranial, serta memiliki potensi pemanfaatan luas dalam industri pangan, kosmetik, parfum, farmasi, dan bahan kimia bernilai tambah. Minyak atsiri ki lemo (Litsea cubeba) dan serai dapur (Cymbopogon citratus) diketahui memiliki kandungan sitral yang tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai sumber sitral alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode distilasi vakum dalam pemurnian sitral dari minyak atsiri ki lemo dan serai dapur. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi minyak atsiri menggunakan distilasi uap, karakterisasi komposisi dengan GC-MS, simulasi pemurnian menggunakan Aspen Plus, serta pemurnian minyak atsiri komersial dengan distilasi vakum pada tekanan ?69 cmHg dan variasi temperatur 119–122°C. Hasil ekstraksi menunjukkan perolehan minyak atsiri batang ki lemo, daun ki lemo, dan batang serai dapur berturut-turut sebesar 0,26%-w/w, 1,59%-w/w, dan 0,13%- w/w. Minyak atsiri daun dan batang ki lemo didominasi oleh 1,8-sineol dan terpinyl acetate, sedangkan minyak atsiri komersial ki lemo dan serai dapur memiliki kandungan sitral awal masing-masing sebesar 90,09% dan 75,22%. Pemurnian minyak atsiri ki lemo menghasilkan fraksi bawah dengan kandungan sitral sebesar 93,46–94,71% dan perolehan sitral sebesar 79,29–81,98% terhadap umpan. Sementara itu, pemurnian serai dapur pada kondisi yang sama tidak menunjukkan peningkatan kemurnian sitral yang signifikan. Dengan demikian, distilasi vakum pada kondisi penelitian ini lebih efektif untuk pemurnian sitral dari minyak atsiri ki lemo dibandingkan serai dapur.