digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Deteksi dini malaria sangat penting dilakukan untuk mempercepat penanganan pasien, mencegah penyebaran penyakit, serta menurunkan angka kematian. Salah satu metode deteksi malaria secara cepat adalah Rapid Diagnostic Test (RDT) berbasis deteksi antigen Plasmodium falciparum Lactate Dehydrogenase (PfLDH). RDT umumnya menggunakan antibodi IgG mamalia sebagai komponen penangkap maupun pendeteksi antigen, namun dalam pengembangannya diperlukan waktu yang relatif lama dan biaya yang tinggi. Oleh karena itu, antibodi IgY hasil imunisasi ayam menggunakan protein rekombinan PfLDH berpotensi dikembangkan sebagai bioreseptor pada RDT malaria. Penelitian ini bertujuan untuk memurnikan, mengkarakterisasi, dan mengevaluasi potensi IgY anti-PfLDH sebagai kandidat bioreseptor pada pengembangan RDT malaria. Pemurnian dilakukan menggunakan metode affinity purification berbasis membran nitroselulosa, kemudian dikarakterisasi melalui analisis konsentrasi protein, SDS-PAGE, indirect ELISA, dan dot blot. Selanjutnya, IgY hasil pemurnian dikonjugasikan dengan gold nanoparticle (AuNP) dan dievaluasi melalui pengujian direct binding strip test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses affinity purification menghasilkan fraksi IgY anti-PfLDH dengan konsentrasi 0,22 mg/mL sebanyak 0,1 mL yang diperoleh dari 1 mL IgY crude extract konsentrasi 1 mg/mL. Analisis SDS-PAGE menunjukkan pita protein khas IgY pada kisaran ±65 kDa yang merepresentasikan heavy chain IgY. Hasil indirect ELISA menunjukkan peningkatan aktivitas pengikatan terhadap protein rekombinan PfLDH sekitar 4,47 kali dibandingkan sebelum pemurnian dengan titer endpoint fraksi murni 1:800. Uji dot blot menunjukkan IgY hasil pemurnian mampu mengenali antigen PfLDH secara spesifik pada sampel darah tanpa memberikan sinyal terhadap kontrol non-target, sedangkan konjugat IgY-AuNP menghasilkan sinyal pada membran nitroselulosa melalui direct binding strip test. Berdasarkan hasil tersebut, IgY anti-PfLDH hasil pemurnian menunjukkan aktivitas pengikatan yang lebih tinggi serta kemampuan mengenali PfLDH secara spesifik, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bioreseptor pada Rapid Diagnostic Test malaria.