Fosfor merupakan unsur hara penting yang sebagian besar masih diperoleh dari batuan fosfat
yang tidak terbarukan. Di sisi lain, urin manusia mengandung fosfat dan amonium dalam
konsentrasi cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber nutrien alternatif.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan lumpur limbah domestik dan lumpur tinja
sebagai sumber fosfor, menganalisis pengaruh pH dan rasio molar Mg:P terhadap penyisihan
fosfat dan amonium dari urin manusia, membandingkan kinerja bittern dan MgCl2 sebagai
sumber magnesium, serta mengidentifikasi fase kristalin dalam presipitat menggunakan X-Ray
Diffraction (XRD). Studi pendahuluan menunjukkan bahwa lumpur limbah domestik dan
lumpur tinja kurang sesuai sebagai sumber fosfor utama karena memiliki konsentrasi fosfat
terlarut yang relatif rendah, kandungan kalsium yang tinggi, dan padatan tersuspensi yang
dapat mengganggu proses kristalisasi. Oleh karena itu, urin manusia digunakan sebagai sumber
fosfor pada penelitian utama. Percobaan dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan
150 mL urin dengan variasi pH 8; 8,5; 9; dan 9,5 serta rasio molar Mg:P sebesar 1,0:1 dan
1,5:1. Sampel diaduk menggunakan jar test apparatus selama 45 menit pada kecepatan 100
rpm, kemudian diendapkan dan disaring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pH
dan rasio Mg:P cenderung meningkatkan penyisihan fosfat. Kondisi optimum berdasarkan
penyisihan ion diperoleh pada pH 9,5 dan rasio Mg:P 1,5:1 dengan penyisihan fosfat sebesar
99,28% dan penyisihan amonium sebesar 71,74%. Penyisihan amonium berada pada rentang
59,09–72,59% dan tidak menunjukkan pola peningkatan yang konsisten. Secara keseluruhan,
MgCl2 menghasilkan penyisihan fosfat yang lebih tinggi dibandingkan bittern. Namun, pada
pH 9,5 dan rasio Mg:P 1,5:1, bittern menghasilkan penyisihan fosfat sebesar 99,28%, hampir
sama dengan MgCl2 sebesar 99,21%. Hasil XRD mengonfirmasi keberadaan fase kristalin
struvite pada kedua presipitat. Presipitat dari bittern memiliki tingkat kristalinitas sebesar
87,2%, sedangkan presipitat dari MgCl2 sebesar 83,4%. Meskipun demikian, kemurnian
struvite belum dapat ditentukan karena analisis belum mencakup identifikasi kuantitatif fase
mineral lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bittern berpotensi digunakan sebagai
sumber magnesium alternatif untuk pemulihan nutrien dari urin manusia apabila pH dan rasio
Mg:P diatur pada kondisi yang sesuai.
Perpustakaan Digital ITB