Sistem panas bumi di wilayah pesisir seperti WKP Songa-Wayaua direncanakan
untuk pengembangan pembangkit listrik berkapasitas 2×5 MW. Meskipun tahapan
eksplorasi dan pemodelan awal telah menunjukkan kemajuan signifikan, simulasi
perilaku bawah permukaan di area dekat pantai masih menghadapi tantangan besar,
khususnya dalam memodelkan intrusi air laut dan dampaknya terhadap kinerja
reservoir. Penelitian ini bertujuan memperbarui model konseptual geothermal
Songa-Wayaua melalui integrasi data 3G menggunakan perangkat lunak Leapfrog-
Volsung. Guna menangkap efek termodinamika akibat intrusi air laut, model ini
menerapkan EOS (H2O + CO2 + NaCl). Kondisi batas dan karakteristik reservoir
dikalibrasi untuk mereplikasi kondisi natural state serta manifestasi di permukaan.
Hasil simulasi terbukti mampu mereproduksi profil suhu dan tekanan praeksploitasi,
sekaligus memetakan jangkauan dan arah intrusi air laut. Validasi
model diperkuat dengan membandingkan data manifestasi aktual dan simulasi
terhadap, laju alir massa dan konsentrasi klorida. Hasil validasi pada manifestasi
air panas (PP 1-3) dan (PDP-2) menunjukkan tingkat kesesuaian yang baik dengan
nilai deviasi RMSE terbesar 0.018. Disimpulkan bahwa pemodelan berbasis
variabel salinitas memberikan gambaran batas reservoir dan pola sirkulasi
hidrotermal. Direkomendasikan untuk menyempurnakan kondisi batas pesisir
menggunakan data geofisika lepas pantai resolusi tinggi serta mengintegrasikan
analisis geomekanik dan uji tracer guna mengantisipasi risiko eskalasi intrusi air
laut pada tahap eksploitasi produksi di masa depan.
Perpustakaan Digital ITB