Abstrak - ADIENA PUTRI YANUAR
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Kabupaten Bengkayang mengalami dinamika perubahan tutupan lahan dalam satu dekade terakhir akibat ekspansi perkebunan, pertambangan, dan permukiman. Perubahan fisik lanskap ini berimplikasi terhadap iklim mikro, salah satunya suhu permukaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola laju perubahan tutupan lahan periode 2015–2025, menganalisis faktor pendorong dominan menggunakan pendekatan Geographically Weighted Binary Logistic Regression (GW-BRL), mengevaluasi respons LST terhadap konversi lahan, serta memproyeksikan tutupan lahan pada tahun 2030 dengan model Cellular Automata Markov (CA-Markov). Data penginderaan jauh menggunakan citra Landsat 8 tahun (2015, 2020, 2025) yang diekstraksi nilai LST-nya melalui Single-Channel Algorithm. Hasil penelitian menunjukkan ekspansi lahan pertanian dan perkebunan mencapai 11,34% pada periode 2015–2020, namun menyusut 16,26% pada periode 2020–2025 dengan peningkatan semak belukar. Analisis faktor pendorong menunjukkan jarak ke jalan utama sebagai pendorong dominan di kedua periode, dengan elevasi sebagai pendorong dominan tambahan pada periode kedua serta arah koefisien yang berbalik pada jarak ke jalan utama menunjukkan pergeseran karakter ekspansi dari aksesbilitas menuju kesesuaian topografi. Model prediksi GW-BRL terbukti optimal dengan perolehan koefisien Kappa sebesar 0,813. Suhu permukaan lahan, mendapatkan konversi vegetasi menuju lahan terbuka memicu efek pemanasan dengan kenaikan maksimum dari +3,22°C (2015–2020) menjadi +5,72°C (2020–2025). Prediksi proyeksi 2030 menunjukkan lahan pertanian dan perkebunan akan menyusut menjadi 55,38% dari total wilayah. Strategi mitigasi penataan ruang di masa depan harus memprioritaskan pencegahan degradasi vegetasi berkanopi untuk menekan pemanasan permukaan.
Perpustakaan Digital ITB