2026 AMALIA NUR AFIFAH ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Gempa bumi megathrust di selatan Pulau Jawa memiliki pola spasial kompleks akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Penelitian ini bertujuan membangun model semivariogram anisotropik geometri 3D berbasis jarak Haversine serta membandingkan pendekatan semivariogram teoretis dan semivariogram nonparametrik berbasis Deep Neural Network (DNN) dalam interpolasi magnitudo menggunakan Ordinary Kriging (OK). Data yang digunakan merupakan data gempa bumi megathrust Jawa dan aftershock tahun 1990–2024 yang diperoleh dari katalog United States Geological Survey (USGS). Analisis dilakukan melalui pembentukan semivariogram eksperimental Cressie-Hawkins, identifikasi anisotropi berdasarkan arah azimuth dan dip, fitting model semivariogram teoretis spherical, serta penaksiran parameter semivariogram menggunakan DNN.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model semivariogram anisotropik mampu menangkap perbedaan kontinuitas spasial antar arah pada data gempa bumi megathrust Jawa. Pendekatan semivariogram teoretis menghasilkan pola interpolasi yang lebih halus, stabil, dan terkontrol, sedangkan pendekatan DNN lebih adaptif dan fleksibel dalam merepresentasikan variasi lokal dan heterogenitas spasial. Visualisasi 3D dan kontur 2D menunjukkan bahwa zona magnitudo tinggi cenderung mengikuti arah memanjang dari barat ke timur, selaras dengan jalur subduksi di selatan Pulau Jawa.
Perpustakaan Digital ITB