Betwixt Light merupakan karya tugas akhir yang berangkat dari pengalaman
personal penulis ketika berhadapan dengan cahaya. Pengalaman tersebut
memunculkan kesadaran mengenai keberadaan diri di hadapan alam serta
keterbatasan manusia dalam memahami realitas secara utuh. Berangkat dari
pengalaman tersebut, karya ini tidak berupaya merepresentasikan pengalaman
sublim secara langsung, melainkan membangun kondisi ambang, yaitu keadaan
ketika persepsi berada di antara melihat dan memahami, sehingga membuka ruang
refleksi bagi audiens. Proses penciptaan dilakukan melalui perancangan objek
geometris bercahaya yang ditempatkan pada berbagai lanskap alam yang dipilih
secara cermat agar bebas dari tanda-tanda objek buatan manusia. Pertemuan antara
cahaya alami, cahaya artifisial, lanskap, dan objek geometris kemudian direkam
melalui medium fotografi dan diwujudkan dalam seri fotografi berukuran A0 yang
dipresentasikan di ruang pamer. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa makna
karya tidak terletak pada setiap elemen secara terpisah, melainkan pada hubungan
yang terbentuk di antara lanskap, cahaya, bentuk geometris, dan fotografi dalam
membangun kondisi ambang. Melalui hubungan tersebut, Betwixt Light
menghadirkan ruang refleksi mengenai posisi manusia di tengah realitas yang lebih
luas tanpa menawarkan jawaban yang bersifat final
Perpustakaan Digital ITB