IFRS 17 memperkenalkan Risk Adjustment (RA) sebagai komponen penting dalam pengukuran
fulfilment cash flows untuk mencerminkan ketidakpastian risiko non-keuangan.
Pada penelitian sebelumnya, estimasi RA telah dikembangkan menggunakan pendekatan
Takagi–Sugeno Fuzzy Inference System (TS-FIS). Penelitian ini melanjutkan pendekatan
tersebut dengan membangun model ruang-keadaan fuzzy Takagi–Sugeno, dengan state
sistem didefinisikan sebagai xt = [RAt, pt, dt]T . Komponen RAt merepresentasikan
nilai internal RA, pt menunjukkan tingkat keyakinan, sedangkan dt menggambarkan deviasi
atau memori sistem. Input risiko yang digunakan meliputi indeks volatilitas, indeks
ketidakpastian mortalitas, dan indeks ketidakpastian lapse. Model ruang-keadaan fuzzy
dibangun melalui kombinasi fungsi keanggotaan rendah, sedang, dan tinggi sehingga
menghasilkan 81 aturan lokal dalam bentuk matriks Ai, Bi, dan vektor konstanta ci. Dinamika
RA dirumuskan dengan mempertimbangkan parameter persistensi ?, parameter
skala ?, tingkat keyakinan, serta ringkasan penggerak risiko. Parameter ? diestimasi
menggunakan pendekatan least squares agar model dapat menyesuaikan dinamika RA
terhadap nilai referensi aktuaria. Selain itu, Linear Quadratic Regulator (LQR) digunakan
sebagai mekanisme kontrol untuk mengurangi penyimpangan nilai RA terhadap
target. Dengan demikian, pendekatan ini diharapkan mampu memberikan kerangka
yang lebih sistematis, adaptif, dan interpretatif dalam memodelkan serta mengendalikan
dinamika RA dari waktu ke waktu.
Perpustakaan Digital ITB