ABSTRAK Ahmad Sudais
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Ahmad Sudais
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Ahmad Sudais
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Ahmad Sudais
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Ahmad Sudais
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Ahmad Sudais
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Ahmad Sudais
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Ahmad Sudais
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Ahmad Sudais
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Pembangunan ITB Kampus Cirebon mendorong pertumbuhan jumlah mahasiswa
dan aktivitas akademiik di Kecamatan Arjawinangun. Pertambahan jumlah
mahasiswa menimbulkan fenomena studentifikasi di Kecamatan Arjawinangun.
Fenomena studentifikasi merupakan fenomena yang berpengaruh terhadap empat
komponen yaitu komponen sosial, ekonomi, budaya, dan fisik lingkungan.
Komponen-komponen ini saling terkait dan salig mempengaruhi satu sama lain
dalam sebuah sistem. Namun, belum ada penelitian yang memandang fenomena ini
dengan pendekatan sistem dinamik terutama di Kecamatan Arjawinangun.
Sehingga penelitian ini hadir untuk menganalisis fenomena ini sebagai sebuah
sistem yang saling terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
variabel/faktor pendorong yang beperan dalam dinamika studentifikasi berdasarkan
pembelajaran Kecamatan Jatinangor, menganalisis model dinamika studentifikasi
terhadap perkembangan kawasan di Kecamatan Arjawinangun, dan
mengidentifikasi skenario model dinamika studentifikasi terhadap perkembangan
kawasan di Kecamatan Arjawinangun. Penelitian ini bersifat mixed methods
dengan mencampurkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memahami
masalah lebih mendalam dengan jenis penelitian eksplanatori yang menjelaskan
hubungan antar variabel fenomena studentifikasi. Pendekatan yang digunakan yaitu
pendekatan teknis dengan menggunakan aplikasi powersim untuk mensimulasikan
model yang telah dibuat. Model dibuat dalam tiga skenario berdasarkan jumlah
pertambahan program studi. Model terlebih dahulu disusun dalam bentuk Causal
Loop Diagram (CLD), kemudian diterjemahkan dan disimulasikan dalam bentuk
model dengan menggunakan aplikasi powersim. Hasil simulasi powersim
divalidasi terlebih dahulu berdasarkan pembelajaran Kecamatan Jatinangor melalui
pengukuran Mean Absolute Error (MAE), Mean Absolute Percentage Error
(MAPE), mean correlation, dan error variance. Model juga disesuaikan berdasarkan
kejadian di Kecamatan Arjawinangun.
Variabel/faktor pendorong yang berperan dalam dinamika studentifikasi yaitu
jumlah penduduk, migrasi masuk dan keluar, kebutuhan lahan permukiman, dan
kebutuhan lahan fasilitas. Berdasarkan pembelajaran Kecamatan Jatinangor,
perubahan fase dari fase pra-studentifikasi menjadi fase lonjakan populasiv
mahasiswa yaitu ketika proporsi jumlah penduduk dibandingkan dengan jumlah
mahasiswa yaitu 5:1. Hasil identifikasi variabel/faktor pendorong ini kemudian
disusun dalam bentuk CLD, kemudian diterjemahkan dengan aplikasi powersim
sehingga dapat disimulasikan. Hasil validasi variabel jumlah mahasiswa, jumlah
penduduk, luas permukiman, dan luas fasilitas menunjukkan model yang dibuat
valid dan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan nilai mean correlation kurang
dari lima persen, nilai error variance kurang dari tiga puluh persen, dan nilai
persentase error yang di bawah sepuluh persen.
Model yang telah divalidasi kemudian disimulasikan berdasarkan empat skenario.
Skenario satu ketika jumlah program studi tidak bertambah, skenario dua ketika
jumlah program studi bertambah tiga setiap lima tahun, skenario ketiga ketika
jumlah program studi bertambah lima setiap lima tahun, dan skenario keempat
mengikuti Master Plan Akademik Multi Kampus Skema PSDKU ITB Cirebon.
Hasil skenario menunjukkan bahwa, meskipun jumlah program studi mengikuti
master plan akademik, ini belum cukup untuk mendorong kawasan memasuki fase
lonjakan populasi mahasiswa karena proporsi jumlah penduduk dibandingkan
jumlah mahasiswa masih berada di atas 5:1 yaitu 9:1, sehingga dominasi
demografis masih dominan oleh penduduk setempat. Meskipun begitu, kebutuhan
hunian terus meningkat bahkan melampaui kapasitas kawasan pada tahun 2042
yang mendorong intensifikasi bangunan pada lokasi-lokasi dekat kampus.
Berdasarkan hal ini, pemerintah perlu mendorong pertumbuhan mahasiswa,
mengendalikan zonasi dan intensitas bangunan terutama di sekitar kampus, serta
melindungi lahan strategis dari konversi tak terkendali. Temuan dalam penelitian
ini diharapkan mampu memperkaya wawasan pembaca terutama di bidang
Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) dan menjadi acuan bagi masyarakat, ITB
Kampus Cirebon, dan Pemerintah dalam melaksanakan kegiatan dan merumuskan
kebijakan sehingga dampak negatif dari fenomena studentifikasi dapat
diminimalisasi.
Perpustakaan Digital ITB