Agenda elektrifikasi di kawasan Indonesia timur memberikan tekanan besar pada
sistem ketenagalistrikan terisolasi. Sub-sistem Tambora di Nusa Tenggara Barat
mencatat cadangan operasional hanya 0,8% pada 2024 dan 1,4% pada 2025,
sehingga PLTMG Sumbawa 3 (50 MW) yang diamanatkan dalam RUPTL 2025
2034 menjadi kebutuhan operasional. Situation Appraisal dan Problem Analysis
Is/Is Not Kepner-Tregoe mengisolasi akar permasalahan: metodologi evaluasi
Kelayakan Keuangan (KKF) PLN hanya mengandalkan model Discounted Cash
Flow (DCF) satu titik dengan asumsi tetap dan tidak mampu mencerminkan risiko
probabilistik investasi berbahan bakar LNG.
Model kelayakan berbasis risiko kemudian dibangun melalui kerangka tiga tingkat:
analisis DCF deterministik yang menghitung NPV, IRR, BCR, dan Payback Period
terhadap WACC PLN sebesar 7,38%; analisis sensitivitas; serta simulasi Monte
Carlo 10.000 iterasi pada Oracle Crystal Ball, di mana harga LNG, nilai tukar
IDR/USD, harga HSD, dan biaya O&M dimodelkan dengan distribusi empiris dari
data JISDOR Bank Indonesia dan harga LNG historis.
Baseline DCF deterministik menghasilkan NPV positif IDR 276,85 miliar, IRR
9,13%, BCR 1,03, dan Payback Period 10,14 tahun, dengan selisih IRR–WACC
hanya 1,75 poin. Analisis stokastik menata ulang hasil ini: probabilitas NPV
negatif mencapai 82,08%, dengan median NPV (P50) negatif IDR 1,42 triliun dan
Value at Risk 95% sebesar IDR 4,05 triliun. Nilai tukar IDR/USD mendominasi
varians NPV (59,6%), diikuti harga LNG (40,3%).
Proyek yang layak secara deterministik dengan demikian memiliki probabilitas
82,08% untuk merusak nilai, suatu hal yang tidak terlihat pada evaluasi DCF satu
titik. Tesis ini merekomendasikan melanjutkan proyek atas dasar kebutuhan
operasional, dengan syarat price collar LNG mendekati 21,97 USD/MMBTU,
percepatan gasifikasi, dan lindung nilai FX melalui tarif berindeks USD, serta
revisi panduan KKP/KKF untuk mewajibkan simulasi Monte Carlo, NPV P50
positif, dan pengungkapan tornado chart, sehingga mengubah analisis kelayakan
dari penilaian biner menjadi profil risiko terkuantifikasi.
Perpustakaan Digital ITB