Abstrak - Gregorius Pandapotan Silalahi
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Sistem perpipaan industri energi rentan mengalami kerusakan pada sambungan akibat beban
seismik. Multi-ply bellows expansion joint mengakomodasi perpindahan relatif, namun studi
terdahulu masih menggunakan kebocoran sebagai kriteria kegagalan, dan parameter QW (rasio
lebar konvolusi terhadap ketebalan bellows) dan QDT (rasio ketebalan total terhadap diameter
rata-rata bellows) pada EJMA belum mempertimbangkan interaksi antarlapisan. Penelitian ini
mengembangkan dan memvalidasi model elemen hingga untuk mengevaluasi respons
struktural multi-ply bellows pada pembebanan lentur monotonik dan variasi geometri.
Model dikembangkan pada Abaqus/CAE dengan preload baut 120 kN, tekanan internal 0,4
MPa, perpindahan terkontrol 237 mm, dan koefisien gesek antar-ply 0,1, kemudian divalidasi
dan dijadikan basis studi parametrik enam model (QW 0,50–0,55; QDT 1,03–1,68) pada
konfigurasi 2-ply dan 3-ply.
Model bilinear (modulus plastis 0,58) memberi kesesuaian terbaik (R² = 0,6164 untuk 2-ply;
0,7773 untuk 3-ply), dengan lokasi kritis yang sesuai eksperimen. Penambahan ply
meningkatkan kekakuan global 1,58–1,74 kali dan menaikkan tegangan maksimum 12,7–
16,9% (820–1080 MPa; regangan plastis 0,280–0,385). Seluruh model kritis pada konvolusi
pertama dekat tumpuan, dengan ply kritis bergeser dari lapisan terluar (2-ply) ke lapisan
tengah/terdalam (3-ply). Teori QW–QDT masih relevan memprediksi pergeseran lokasi kritis,
tetapi belum sepenuhnya menjelaskan respons multi-ply.
Perpustakaan Digital ITB