digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 ZAHRA NABILAH RUSYDAH HIDAYAT ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB

Penelitian ini membentuk model arus kas tiga sukuk korporasi dengan akad berbeda, yaitu Sukuk Ijarah Moratelindo, Sukuk Wakalah CIMB Niaga Auto Finance, dan Sukuk Mudharabah Adira Finance. Pendapatan bulanan selama tenor 36 bulan dimodelkan menggunakan Gerak Brown Geometrik, kemudian dianalisis melalui simulasi Monte Carlo dan analisis sensitivitas terhadap pertumbuhan serta volatilitas pendapatan. Kinerja dan risiko diukur berdasarkan tingkat pengembalian pemegang sukuk, rasio manfaat perusahaan, kewajiban akhir, kebutuhan pendanaan kembali, dan probabilitas penyelesaian kewajiban. Parameter pertumbuhan pendapatan diperlakukan sebagai proksi skenario dasar berdasarkan pengolahan data perusahaan tahun penerbitan, sedangkan volatilitas 30% digunakan sebagai asumsi skenario dasar. Pada skenario dasar, tingkat pengembalian pemegang sukuk masing-masing sebesar 10,3248%, 7,2815%, dan 6,1553%. Model ijarah masih menghasilkan kebutuhan pendanaan kembali sebesar Rp1,994 miliar, sedangkan model wakalah dan mudharabah tidak memiliki kewajiban akhir. Hasil sensitivitas menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan pendapatan memperbaiki kinerja dan menurunkan risiko, sedangkan peningkatan volatilitas memperbesar kewajiban serta ketidakpastian hasil. Struktur akad menentukan pembagian risiko antara perusahaan dan pemegang sukuk.