Pembangunan kota yang inklusif menempatkan aksesibilitas sebagai salah satu
indikator utama dalam menjamin kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat
untuk mengakses berbagai aktivitas perkotaan. Anak merupakan kelompok rentan
yang memiliki kebutuhan aksesibilitas khusus karena keterbatasan kemampuan
fisik dan kognitif serta tingginya ketergantungan terhadap kualitas lingkungan
perjalanan. Meskipun Kota Bandung telah berkomitmen mewujudkan Kota Layak
Anak, hingga saat ini belum tersedia kajian yang mampu mengevaluasi aksesibilitas
ramah anak secara komprehensif melalui integrasi berbagai dimensi aksesibilitas
dalam satu kerangka analisis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan memetakan
tingkat aksesibilitas ramah anak di Kota Bandung melalui pengembangan
Composite Accessibility Index (CAI) berbasis analisis spasial sebagai dasar
penyusunan rekomendasi peningkatan aksesibilitas dalam mendukung transportasi
inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methode (kuantitatif-spasial
dan kualitatif-observasional) dengan unit analisis berupa grid berukuran 250 × 250
meter yang mencakup seluruh wilayah Kota Bandung. Penyusunan CAI dilakukan
menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan
mengintegrasikan tiga dimensi utama, yaitu Usefulness, Connectivity, dan Safety.
Selanjutnya dilakukan analisis spasial untuk memetakan tingkat aksesibilitas,
analisis bivariate antara nilai indeks dan distribusi populasi anak untuk
mengidentifikasi Priority Accessibility Area, serta triangulasi observasi sebagai
validasi hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas ramah
anak di Kota Bandung masih didominasi oleh kategori rendah hingga sedang
(84,41%), serta mengidentifikasi tiga tipologi Priority Accessibility Area dengan
karakteristik permasalahan dan kebutuhan intervensi yang berbeda meskipun
memiliki tingkat aksesibilitas yang sama-sama rendah. Berdasarkan temuan
tersebut, disusun rekomendasi peningkatan aksesibilitas dengan cara penguatan
pelayanan dasar, penguatan konektivitas, dan pemeliharaan yang disesuaikan
dengan karakteristik masing-masing kawasan prioritas. Penelitian ini menunjukkan
bahwa Composite Accessibility Index berbasis analisis spasial mampu memberikan
framework yang komprehensif mengenai kondisi aksesibilitas ramah anak dan
dapat menjadi instrumen pendukung dalam penyusunan kebijakan transportasi
inklusif serta pengembangan Kota Layak Anak di Kota Bandung.
Perpustakaan Digital ITB