digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pembangunan kota yang inklusif menempatkan aksesibilitas sebagai salah satu indikator utama dalam menjamin kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat untuk mengakses berbagai aktivitas perkotaan. Anak merupakan kelompok rentan yang memiliki kebutuhan aksesibilitas khusus karena keterbatasan kemampuan fisik dan kognitif serta tingginya ketergantungan terhadap kualitas lingkungan perjalanan. Meskipun Kota Bandung telah berkomitmen mewujudkan Kota Layak Anak, hingga saat ini belum tersedia kajian yang mampu mengevaluasi aksesibilitas ramah anak secara komprehensif melalui integrasi berbagai dimensi aksesibilitas dalam satu kerangka analisis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan memetakan tingkat aksesibilitas ramah anak di Kota Bandung melalui pengembangan Composite Accessibility Index (CAI) berbasis analisis spasial sebagai dasar penyusunan rekomendasi peningkatan aksesibilitas dalam mendukung transportasi inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methode (kuantitatif-spasial dan kualitatif-observasional) dengan unit analisis berupa grid berukuran 250 × 250 meter yang mencakup seluruh wilayah Kota Bandung. Penyusunan CAI dilakukan menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan mengintegrasikan tiga dimensi utama, yaitu Usefulness, Connectivity, dan Safety. Selanjutnya dilakukan analisis spasial untuk memetakan tingkat aksesibilitas, analisis bivariate antara nilai indeks dan distribusi populasi anak untuk mengidentifikasi Priority Accessibility Area, serta triangulasi observasi sebagai validasi hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas ramah anak di Kota Bandung masih didominasi oleh kategori rendah hingga sedang (84,41%), serta mengidentifikasi tiga tipologi Priority Accessibility Area dengan karakteristik permasalahan dan kebutuhan intervensi yang berbeda meskipun memiliki tingkat aksesibilitas yang sama-sama rendah. Berdasarkan temuan tersebut, disusun rekomendasi peningkatan aksesibilitas dengan cara penguatan pelayanan dasar, penguatan konektivitas, dan pemeliharaan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan prioritas. Penelitian ini menunjukkan bahwa Composite Accessibility Index berbasis analisis spasial mampu memberikan framework yang komprehensif mengenai kondisi aksesibilitas ramah anak dan dapat menjadi instrumen pendukung dalam penyusunan kebijakan transportasi inklusif serta pengembangan Kota Layak Anak di Kota Bandung.