Penelitian ini mengembangkan model numerik mandiri berbasis Finite Difference Method (FDM) untuk mensimulasikan rembesan lateral transien pada retakan clayshale dengan mengintegrasikan parameter dinamis konduktivitas hidraulik tak jenuh (????????) dan kompresibilitas (Multi-????????). Pengujian fisik infiltrasi selama 255 menit pada compacted crushed clayshale asal Cisomang digunakan sebagai acuan empiris mutlak (ground truth). Model FDM 2D dibangun menggunakan skema implisit penuh dan Lookup Table untuk pembaruan parameter secara seketika (real-time). Hasil validasi Root Mean Square Error (RMSE) menunjukkan bahwa penggunaan parameter tak jenuh (????????) berhasil mereplikasi mekanisme hambatan aliran (flow retardation) secara logis dengan RMSE sebesar 5,02%, menekan galat secara drastis dari asumsi aliran jenuh yang mencapai 9,73%. Kesamaan hasil luaran juga membuktikan bahwa pada durasi 4 jam pertama, variabel tahanan hidraulik mendominasi proses infiltrasi dibandingkan dengan respons kembang-susut matriks tanah. Analisis komparatif mengukuhkan bahwa algoritma FDM mandiri ini lebih superior dan presisi (RMSE 5,02%) dibandingkan perangkat lunak komersial GeoStudio SEEP/W (RMSE 7,31%), dengan tingkat stabilitas spasio-temporal yang sangat tinggi tanpa mengalami osilasi numerik.
Perpustakaan Digital ITB