digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


CINDY YULLIANE PUTRI
EMBARGO  2029-07-31 

CINDY YULLIANE PUTRI
EMBARGO  2029-07-31 

CINDY YULLIANE PUTRI
EMBARGO  2029-07-31 

CINDY YULLIANE PUTRI
EMBARGO  2029-07-31 

CINDY YULLIANE PUTRI
EMBARGO  2029-07-31 

CINDY YULLIANE PUTRI
EMBARGO  2029-07-31 


Limbah zat warna yang dihasilkan sejumlah industri telah mencemari lingkungan perariran dan membahayakan kehidupan organisme didalamnya serta manusia. Metilen biru merupakan zat warna yang umum digunakan namun bersifat karsinogenik dan beracun. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menanggulangi limbah zat warna metilen biru dalam limbah cair yaitu adsorpsi. Metode adsorpsi digunakan karena efektif, mudah, dan tidak menghasilkan limbah beracun lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengadsorpsi zat warna metilen biru menggunakan kalsium alginat – Fe3O4 – serbuk biji pepaya. Modifikasi alginat dengan menambahkan magnetit dilakukan untuk meningkatkan kapasitas adsorpsi. Adsorben yang telah disintesis dikeringkan menggunakan freeze-dry kemudian dikarakterisasi mengunakan FTIR dan SEM. Berdasarkan pola pergeseran bilangan gelombang pita serapan pada spektrum FTIR adsorben sebelum dan sesudah adsorpsi, sejumlah gugus fungsi yang berperan dalam proses adsorpsi metilen biru adalah gugus O-H, C=O, dan C-O. Keberadaan metilen biru setelah adsorpsi juga teridentifikasi pada bilangan gelombang 1606 cm?1 yang menunjukkan pita vibrasi gugus C=N. Karakterisasi SEM pada permukaan adsorben juga menunjukkan keberhasilan adsorpsi. Adsorpsi zat warna metilen biru menggunakan adsorben kalsium alginat - Fe3O4- Serbuk Biji Pepaya mencapai kondisi optimum pada pH 6, waktu kontak 4 jam, dan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 388,99 mg/g. Adsorpsi mengikuti model kinetika orde dua semu, model isoterm Langmuir, dan bersifat eksotermik. Penggunaan adsorben BPAM secara berulang menunjukkan potensi adsorben untuk menyisihkan metilen biru secara efisien.