digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak: Di dalam lingkungan yang cepat berubah, sistem informasi harus dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut. Permintaan akan sistem yang baru dan perubahan pada sistem yang sudah ada harus dapat dikerjakan dalam waktu yang dapat diterima oleh kondisi bisnis. Di sisi yang lain, perkembangan dari perangkat lunak (untuk mendukung sistem informasi) masih belum bisa mengejar kebutuhan dari sistem informasi. Pembangkit aplikasi muncul dengan janji untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu pengembangan sistem yang relatif cepat dan kemudahan dalam perawatan sistem. Pembangkit aplikasi bekerja pada domain permasalahan yang spesifik, sedangkan pada tesis ini, pembangkit aplikasi akan bekerja pada domain sistem pemrosesan transaksi. Langkah pertama yang dilakukan dalam pembangunan pembangkit aplikasi adalah analisis domain target yang kemudian diikuti dengan pembangunan spesifikasi bahasa dan implementasi dari pembangkit aplikasi. Pada tahap terakhir dilakukan pengujian terhadap pembangkit melalui sebuah studi kasus. Pada tesis ini, model sistem informasi akan menjadi input bagi pembangkit aplikasi. Model sistem informasi terdiri dari model data dan model proses. Spesifikasi bahasa yang digunakan oleh model perlu diformalkan. Formalisasi spesifikasi dibuat dengan menuliskan spesifikasi dengan menggunakan XML schema sehingga dokumen juga dapat dituliskan dengan menggunakan XML. Model yang ditulis dengan menggunakan sintak XML kemudian ditransformasikan ke dalam model antara, begitu pula model yang ditulis dengan kakas yang sudah ada juga akan ditransformasikan ke dalam model antara. Proses transformasi sepenuhnya menggunakan XSLT sebagai komponen inti. XSLT juga akan digunakan untuk transformasi dari model antara ke aplikasi yang dapat dieksekusi. Aplikasi yang dihasilkan akan berjalan pada framework dan komponen yang telah dipilih. Framework yang digunakan pada aplikasi yang dibangkitkan dipilih berdasarkan kebutuhan sistem pemrosesan transaksi. Dukungan terhadap proses transaksi, kesederhanaan dalam mengelola kode yang besar, serta portabilitas sistem merupakan isu utama dalam sistem pemrosesan transaksi. Berdasarkan kebutuhan tersebut, framework Struts 2.0 dipilih. Framework yang dipilih kemudian disesuaikan dengan kebutuhan keseluruhan dari sistem pemrosesan transaksi. Berdasarkan framework tersebut, terdapat 3 jenis kode program yang akan dihasilkan: model, view dan controller. Model digunakan untuk mengakses data dari media persisten. View digunakan untuk presentasi data ke pengguna. Controller digunakan untuk menghubungkan tiap komponen dalam aplikasi. Studi kasus pada sistem administrasi universitas dibuat untuk menguji kemampuan dari pembangkit aplikasi. Berdasarkan studi kasus, pembangunan pembangkit aplikasi telah memenuhi tujuan utamanya, yaitu mempercepat pembangunan dan perawatan dari aplikasi. Pembangkit aplikasi sendiri masih memiliki kelemahan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan selanjutnya, yaitu tidak adanya pemodelan yang terintegrasi dan tidak adanya kakas pemodelan model grafis yang mempermudah dalam penulisan model sistem informasi.