Pembangunan wilayah pesisir dan laut menghadapi berbagai tantangan yang kompleks seperti penyalahgunaan tata ruang, tumpang tindih kewenangan, serta lemahnya pengawasan. Keterbatasan pada pemanfaatan teknologi menghambat pengelolaan sumber daya pesisir dan laut secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manfaat Building Information Modeling (BIM) sebagai cara yang dapat digunakan untuk mendukung perencanaan pembangunan yang efisien, serta dapat digunakan sebagai dasar penilaian aspek ekonomi. Hasil pemodelan menampilkan bentuk dan ukuran dasar elemen bangunan Hotel Pantai Gapura Makassar pada Dimensi 3 (3D) dengan Level of Development (LOD) 100, model ini dapat digunakan sebagai gambaran tahap awal perencanaan pembangunan, tetapi untuk kadaster laut model yang dihasilkan hanya mampu merepresentasikan aspek hak (rights) tanpa mencakup batasan (restrictions) dan kewajiban (responsibilities). Untuk mendukung perencanaan pembangunan wilayah pesisir dan laut yang kompleks, dimensi dan LOD ini masih belum mencukupi sehingga diperlukan pengembangan model dengan dimensi dan LOD yang lebih tinggi untuk mendukung perencanaan pembangunan wilayah pesisir dan laut.
Perpustakaan Digital ITB