Evaluasi tingkat kematangan kebijakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) masih
bergantung pada proses verifikasi manual oleh asesor, yang membu-tuhkan waktu dan beban kognitif
tinggi serta berpotensi menghasilkan inkonsistensi akibat perbedaan interpretasi. Penelitian
sebelumnya telah mencoba mengotomati-sasi proses tersebut melalui Automated Compliance Checking
(ACC) berbasis atur-an, tetapi pendekatan berbasis pola seperti regular expression memiliki
keterbatas-an dalam menangkap variasi penyusunan bahasa yang memiliki kesamaan makna. Penelitian
ini bertujuan membangun sistem penilaian tingkat kematangan kebijakan SPBE berbasis Large Language
Model (LLM) yang mampu memanfaatkan konteks dokumen dan menangani variasi penyusunan bahasa yang
tidak dapat ditangkap oleh pendekatan berbasis aturan.
Sistem yang dikembangkan menggunakan model Gemini 2.5 Flash dengan strategi Few-Shot
Chain-of-Thought (CoT). Strategi tersebut memanfaatkan In-Context Le-arning (ICL) dengan memberikan
tiga contoh penilaian sebagai konteks, kemudian mengarahkan model untuk melakukan penalaran secara
bertahap sebelum menentuk-an status keterpenuhan indikator. Sistem dibangun melalui pipeline yang
mencakup ekstraksi dokumen secara hibrida menggunakan pembacaan teks digital dan Opti-cal Character
Recognition (OCR), inferensi LLM, serta agregasi tingkat kematang-an menggunakan aturan
deterministik. Evaluasi dilakukan pada Domain Kebijakan Internal hingga tingkat kematangan level 3
menggunakan dokumen kebijakan dari sembilan pemerintah daerah, dengan dua daerah digunakan sebagai
dataset develo-pment dan tujuh daerah sebagai dataset tes.
Hasil evaluasi menunjukkan akurasi sebesar 0,95 pada dataset development dan 0,97 pada dataset tes
yang mencakup 70 indikator. Analisis kesalahan menunjukkan bah-wa perbedaan prediksi terutama
berkaitan dengan kekakuan pemeriksaan verba nor-matif pada rubrik serta ketidaksesuaian ground
truth.
Perpustakaan Digital ITB