Disertasi ini menginvestigasi bagaimana konsumen mengorkestrasi sumber daya yang
tersedia—meliputi waktu, finansial, kognitif, emosional, dan kapabilitas digital—sebagai
respons terhadap pergeseran perilaku pembelian e-commerce yang dipicu oleh disrupsi
struktural pandemi COVID-19. Meskipun studi sebelumnya telah mengkaji perubahan perilaku
selama krisis menggunakan teori perilaku konsumen tradisional seperti Theory of Planned
Behavior (TPB), Technology Acceptance Model (TAM), dan Model Engel-Kollat-Blackwell
(EKB), pendekatan-pendekatan ini sebagian besar memperlakukan konsumen sebagai agen
reaktif dan berfokus pada fase pandemi tunggal tanpa menangkap pola realokasi sumber daya
yang dinamis lintas periode temporal. Lebih lanjut, sebagian besar penelitian yang ada
mengandalkan data survei self-reported, sehingga membatasi kemampuan untuk mengamati
perubahan perilaku aktual dalam skala besar.
Mengatasi kesenjangan ini, studi ini memperkenalkan Consumer Resource Orchestration
sebagai lensa teoretis menyeluruh yang mereframe konsumen sebagai orkestrator proaktif yang
secara dinamis mengelola, mengkonfigurasi ulang, dan menyebarkan sumber daya mereka
dalam merespons perubahan kondisi lingkungan. Studi ini mengintegrasikan dimensi perilaku,
psikologis, dan kontekstual ke dalam kerangka analitis multi-tahap menggunakan desain
mixed-methods sekuensial: (1) Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi
perspektif teoretis dan kesenjangan penelitian; (2) Analitik Big Data menggunakan data
transaksional tujuh tahun (2017-2023) dari salah satu platform e-commerce terkemuka di
Indonesia untuk menangkap pola perilaku pembelian dunia nyata lintas fase pra-pandemi,
pandemi, dan pasca-pandemi; dan (3) wawancara kualitatif mendalam dengan 14 pemangku
kepentingan utama (konsumen, penjual, dan eksekutif platform) untuk mengeksplorasi faktor
kognitif dan emosional yang membentuk pengambilan keputusan konsumen.
Temuan utama mengungkapkan bahwa: (1) konsumen secara signifikan menggeser pola
orkestrasi sumber daya mereka lintas fase pandemi, dengan peningkatan 224,9% dalam total
pesanan dan kenaikan 81,5% dalam total nilai pemrosesan selama pandemi; (2) preferensi
kategori produk bertransformasi secara substansial, dengan produk kesehatan, perbaikan
rumah, dan digital mendapatkan prominensi sementara kategori fashion dan luxury mengalami
penurunan; (3) pergeseran demografis terjadi, dengan konsumen perempuan dan kelompok usia
muda menunjukkan kapabilitas mobilisasi sumber daya digital yang lebih kuat; dan (4) perilaku
pasca-pandemi menunjukkan model orkestrasi hybrid yang mengkombinasikan kenyamanan
online dengan sumber daya pengalaman offline. Wawasan ini disintesis ke dalam kerangka konseptual novel yang memperluas teori perilaku
konsumen yang ada (TPB, TAM, EKB, dan Stimulus-Organism-Response) dengan
mengintegrasikan pemicu eksternal dan resiliensi psikologis sebagai variabel moderasi.
Kerangka ini memposisikan Consumer Resource Orchestration sebagai mekanisme integratif
yang menjelaskan bagaimana dan mengapa faktor-faktor mediasi—seperti kepercayaan,
kenyamanan, personalisasi, dan kualitas layanan—beroperasi secara berbeda lintas fase
pandemi.
Studi ini berkontribusi secara teoretis dengan memajukan model pengambilan keputusan
konsumen digital melalui aplikasi novel perspektif resource orchestration pada perilaku
konsumen. Secara praktis, studi ini menawarkan kerangka strategis komprehensif untuk platform
e-commerce yang menekankan: (1) pembangunan kapabilitas melalui AI dan analitik data untuk
mendukung pengembangan sumber daya digital konsumen; (2) aksesibilitas sumber daya
melalui transparansi harga dan langkah-langkah keamanan yang kuat; (3) struktur dukungan
hybrid yang menyeimbangkan sumber daya platform terpusat dengan adaptasi lokal; dan (4)
integrasi sumber daya omnichannel yang memungkinkan orkestrasi seamless lintas saluran
online dan offline. Strategi-strategi ini memberikan wawasan actionable bagi platform
e-commerce, pemasar, dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan pengalaman pengguna,
literasi digital, dan kepercayaan konsumen di era pasca-pandemi.
Kata Kunci: Orkestrasi sumber daya, Perilaku pembelian e-commerce, Analitik big data,
Pengambilan keputusan konsumen, Penelitian mixed-methods
Perpustakaan Digital ITB