digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Disertasi ini menginvestigasi bagaimana konsumen mengorkestrasi sumber daya yang tersedia—meliputi waktu, finansial, kognitif, emosional, dan kapabilitas digital—sebagai respons terhadap pergeseran perilaku pembelian e-commerce yang dipicu oleh disrupsi struktural pandemi COVID-19. Meskipun studi sebelumnya telah mengkaji perubahan perilaku selama krisis menggunakan teori perilaku konsumen tradisional seperti Theory of Planned Behavior (TPB), Technology Acceptance Model (TAM), dan Model Engel-Kollat-Blackwell (EKB), pendekatan-pendekatan ini sebagian besar memperlakukan konsumen sebagai agen reaktif dan berfokus pada fase pandemi tunggal tanpa menangkap pola realokasi sumber daya yang dinamis lintas periode temporal. Lebih lanjut, sebagian besar penelitian yang ada mengandalkan data survei self-reported, sehingga membatasi kemampuan untuk mengamati perubahan perilaku aktual dalam skala besar. Mengatasi kesenjangan ini, studi ini memperkenalkan Consumer Resource Orchestration sebagai lensa teoretis menyeluruh yang mereframe konsumen sebagai orkestrator proaktif yang secara dinamis mengelola, mengkonfigurasi ulang, dan menyebarkan sumber daya mereka dalam merespons perubahan kondisi lingkungan. Studi ini mengintegrasikan dimensi perilaku, psikologis, dan kontekstual ke dalam kerangka analitis multi-tahap menggunakan desain mixed-methods sekuensial: (1) Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi perspektif teoretis dan kesenjangan penelitian; (2) Analitik Big Data menggunakan data transaksional tujuh tahun (2017-2023) dari salah satu platform e-commerce terkemuka di Indonesia untuk menangkap pola perilaku pembelian dunia nyata lintas fase pra-pandemi, pandemi, dan pasca-pandemi; dan (3) wawancara kualitatif mendalam dengan 14 pemangku kepentingan utama (konsumen, penjual, dan eksekutif platform) untuk mengeksplorasi faktor kognitif dan emosional yang membentuk pengambilan keputusan konsumen. Temuan utama mengungkapkan bahwa: (1) konsumen secara signifikan menggeser pola orkestrasi sumber daya mereka lintas fase pandemi, dengan peningkatan 224,9% dalam total pesanan dan kenaikan 81,5% dalam total nilai pemrosesan selama pandemi; (2) preferensi kategori produk bertransformasi secara substansial, dengan produk kesehatan, perbaikan rumah, dan digital mendapatkan prominensi sementara kategori fashion dan luxury mengalami penurunan; (3) pergeseran demografis terjadi, dengan konsumen perempuan dan kelompok usia muda menunjukkan kapabilitas mobilisasi sumber daya digital yang lebih kuat; dan (4) perilaku pasca-pandemi menunjukkan model orkestrasi hybrid yang mengkombinasikan kenyamanan online dengan sumber daya pengalaman offline. Wawasan ini disintesis ke dalam kerangka konseptual novel yang memperluas teori perilaku konsumen yang ada (TPB, TAM, EKB, dan Stimulus-Organism-Response) dengan mengintegrasikan pemicu eksternal dan resiliensi psikologis sebagai variabel moderasi. Kerangka ini memposisikan Consumer Resource Orchestration sebagai mekanisme integratif yang menjelaskan bagaimana dan mengapa faktor-faktor mediasi—seperti kepercayaan, kenyamanan, personalisasi, dan kualitas layanan—beroperasi secara berbeda lintas fase pandemi. Studi ini berkontribusi secara teoretis dengan memajukan model pengambilan keputusan konsumen digital melalui aplikasi novel perspektif resource orchestration pada perilaku konsumen. Secara praktis, studi ini menawarkan kerangka strategis komprehensif untuk platform e-commerce yang menekankan: (1) pembangunan kapabilitas melalui AI dan analitik data untuk mendukung pengembangan sumber daya digital konsumen; (2) aksesibilitas sumber daya melalui transparansi harga dan langkah-langkah keamanan yang kuat; (3) struktur dukungan hybrid yang menyeimbangkan sumber daya platform terpusat dengan adaptasi lokal; dan (4) integrasi sumber daya omnichannel yang memungkinkan orkestrasi seamless lintas saluran online dan offline. Strategi-strategi ini memberikan wawasan actionable bagi platform e-commerce, pemasar, dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan pengalaman pengguna, literasi digital, dan kepercayaan konsumen di era pasca-pandemi. Kata Kunci: Orkestrasi sumber daya, Perilaku pembelian e-commerce, Analitik big data, Pengambilan keputusan konsumen, Penelitian mixed-methods