digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Meskipun investasi global dalam inisiatif transformasi digital telah mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, bukti empiris secara konsisten menunjukkan bahwa lebih dari 70% inisiatif tersebut gagal mencapai tujuan yang diharapkan. Tingkat kegagalan yang persisten ini tidak dapat dijelaskan secara memadai hanya melalui keterbatasan teknologi atau kelemahan eksekusi semata. Kegagalan ini mencerminkan defisiensi yang lebih mendasar dalam cara transformasi digital dikonseptualisasikan dan diteorikan, khususnya ketiadaan penjelasan berbasis sumber daya yang koheren mengenai mekanisme transformasi digital seperti apa yang menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Disertasi ini menjawab kesenjangan tersebut dengan mengonseptualisasikan ulang transformasi digital sebagai fenomena orkestrasi sumber daya digital, yang dilandasi oleh Teori Berbasis Sumber Daya beserta ekstensinya dalam Teori Kapabilitas Dinamis dan Teori Orkestrasi Sumber Daya. Dengan menggunakan desain penelitian campuran sekuensial, penelitian ini menggabungkan analisis studi kasus kualitatif berganda pada dua perusahaan manufaktur Indonesia yang diakui sebagai penerima penghargaan National Lighthouse Industry 4.0, yaitu PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan Kalbe Nutritionals, dengan validasi kuantitatif melalui Analytic Hierarchy Process yang melibatkan tiga belas praktisi ahli. Kontribusi orisinal penelitian ini bersifat tiga dimensi. Pertama, penelitian ini mengembangkan taksonomi tervalidasi dari empat belas sub-kriteria sumber daya digital yang diorganisasikan dalam empat dimensi, yaitu People, Process, Technology, dan Financial, yang menetapkan apa yang membentuk basis sumber daya digital strategis dari transformasi organisasional. Kedua, penelitian ini menetapkan bobot prioritas sumber daya yang spesifik per tahap kematangan di tiga tahap transformasi digital, mengungkapkan bahwa dimensi People secara konsisten mendominasi di seluruh tahap, meningkat dari 39,8% pada Digitization hingga 52,6% pada Digital Transformation, sekaligus menunjukkan bahwa Leadership adalah satu-satunya sumber daya yang terus menguat sepanjang perjalanan transformasi. Ketiga, penelitian ini mengidentifikasi lima aktivitas orkestrasi sekuensial, yaitu Diagnosing, Building, Optimizing, Integrating, dan Scaling, yang beroperasi di sepanjang rantai Structuring-Bundling-Leveraging dan diatur oleh konstruk Multi-Level Dynamic Managerial Capability yang mencakup level individual, interpersonal, dan organisasional. Temuan penelitian menegaskan bahwa kegagalan transformasi digital pada dasarnya merupakan masalah logika orkestrasi, bukan masalah investasi teknologi. Organisasi gagal bukan karena kurang berinvestasi, melainkan karena mengaktifkan primary resources sebelum prerequisite foundations terbentuk secara memadai. Integrated Digital Resource Orchestration Framework yang dikembangkan dalam penelitian ini memberikan penjelasan yang secara teoritis berdasar mengenai mengapa tingkat keberhasilan transformasi digital bervariasi begitu signifikan di antara organisasi dengan investasi teknologi yang sebanding, sekaligus menyediakan panduan praktis bagi para praktisi dalam meningkatkan efektivitas inisiatif transformasi mereka. . Kata Kunci: Industri 4.0, Kapabilitas Dinamis, Kinerja Perusahaan,Manufaktur, Orkestrasi Sumber Daya, Sumber Daya Digital, Transformasi Digital, Teori Berbasis Sumber Daya, Industri 4.0