digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 REIVALDO JOAN ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB

Dalam pengelolaan portofolio saham, dilakukan penyesuaian keputusan investasi melalui proses rebalancing. Sebagian besar pendekatan optimisasi portofolio masih berfokus pada alokasi satu periode atau menggunakan bobot kontinu yang belum sepenuhnya merepresentasikan kendala perdagangan aktual, seperti satuan lot, biaya transaksi, batasan long-only, serta kebutuhan menjaga diversifikasi. Penelitian ini mengakomodasi kebutuhan tersebut dengan membangun model optimisasi portofolio saham multiperiode yang telah disesuaikan dengan kondisi pada pasar saham Indonesia. Tiga fungsi objektif digunakan, yaitu memaksimumkan terminal wealth, meminimumkan Historical Maximum Drawdown (HMDD), dan meminimumkan Herfindahl-Hirschman Index (HHI), serta variabel keputusan utama berupa jumlah lot untuk setiap periode rebalancing. Solusi dari permasalahan optimisasi ini ditentukan menggunakan Multiobjective Slime Mould Algorithm yang dimodifikasi dengan mekanisme seleksi berbasis NSGA-III, yang disebut Modified MOSMA. Eksperimen numerik dilakukan pada 44 saham hasil seleksi dari semesta IDX80 dengan horizon investasi bulanan selama satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inisialisasi berbasis oracle dan iterasi kardinalitas mampu meningkatkan kualitas serta sebaran solusi non-dominated. Skenario terbaik menghasilkan terminal wealth maksimum sebesar Rp 9,236 miliar, HMDD minimum sebesar 0,047737, dan 5.744 solusi non-dominated. Analisis terhadap solusi menunjukkan adanya trade-off yang jelas antara pertumbuhan kekayaan, risiko penurunan nilai, dan diversifikasi. Selain itu, analisis frekuensi rebalancing menunjukkan bahwa penyesuaian portofolio yang lebih sering dapat meningkatkan fleksibilitas dan potensi kekayaan akhir, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan investor dalam mengelola portofolio investasi.