2026 REIVALDO JOAN ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Dalam pengelolaan portofolio saham, dilakukan penyesuaian keputusan investasi melalui
proses rebalancing. Sebagian besar pendekatan optimisasi portofolio masih berfokus
pada alokasi satu periode atau menggunakan bobot kontinu yang belum sepenuhnya
merepresentasikan kendala perdagangan aktual, seperti satuan lot, biaya transaksi, batasan
long-only, serta kebutuhan menjaga diversifikasi. Penelitian ini mengakomodasi
kebutuhan tersebut dengan membangun model optimisasi portofolio saham multiperiode
yang telah disesuaikan dengan kondisi pada pasar saham Indonesia. Tiga fungsi objektif
digunakan, yaitu memaksimumkan terminal wealth, meminimumkan Historical Maximum
Drawdown (HMDD), dan meminimumkan Herfindahl-Hirschman Index (HHI),
serta variabel keputusan utama berupa jumlah lot untuk setiap periode rebalancing.
Solusi dari permasalahan optimisasi ini ditentukan menggunakan Multiobjective Slime
Mould Algorithm yang dimodifikasi dengan mekanisme seleksi berbasis NSGA-III,
yang disebut Modified MOSMA. Eksperimen numerik dilakukan pada 44 saham hasil
seleksi dari semesta IDX80 dengan horizon investasi bulanan selama satu tahun. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa inisialisasi berbasis oracle dan iterasi kardinalitas
mampu meningkatkan kualitas serta sebaran solusi non-dominated. Skenario terbaik
menghasilkan terminal wealth maksimum sebesar Rp 9,236 miliar, HMDD minimum sebesar
0,047737, dan 5.744 solusi non-dominated. Analisis terhadap solusi menunjukkan
adanya trade-off yang jelas antara pertumbuhan kekayaan, risiko penurunan nilai, dan
diversifikasi. Selain itu, analisis frekuensi rebalancing menunjukkan bahwa penyesuaian
portofolio yang lebih sering dapat meningkatkan fleksibilitas dan potensi kekayaan akhir,
tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan investor dalam mengelola portofolio
investasi.
Perpustakaan Digital ITB