Arsitektur Command Query Responsibility Segregation (CQRS) memisahkan basis
data baca dan tulis untuk meningkatkan skalabilitas, namun membawa tantangan
dalam menjaga konsistensi data ketika sinkronisasi dilakukan secara asinkron
melalui message broker. Dua parameter mendominasi proses ini, yaitu batch size
dan poll interval. Batch yang besar menghemat sumber daya namun memperlambat
sinkronisasi, sedangkan batch kecil sebaliknya. Pengaturan statik tidak mampu
mengikuti variasi beban, dan pendekatan sebelumnya hanya mengoptimasi satu
metrik tanpa kerangka formal multi-variabel.
Penelitian ini memformulasikan pipeline sinkronisasi sebagai sistem linier MIMO
(Multi-Input Multi-Output) diskrit dalam bentuk state-space, dengan empat variabel
state (backlog pesan, utilisasi CPU, utilisasi memori, dan intensitas operasi
I/O) dan dua variabel kontrol (batch size dan poll interval). Linear Quadratic
Regulator (LQR) dirancang untuk meminimalkan fungsi biaya kuadratik yang
menyeimbangkan reduksi backlog dan utilisasi sumber daya, dengan latensi diamati
sebagai indikator kualitas sinkronisasi. Model diidentifikasi dari eksperimen openloop
, dan bobot ditentukan melalui Bryson’s rule dengan tiga preset prioritas.
LQR dievaluasi terhadap kontroler statik, berbasis aturan, PID, dan jaringan saraf
tiruan (ANN) sebagai pembanding melalui pengujian closed-loop pada empat
kombinasi mesin dan sumber daya, lima pola beban, dan tiga preset bobot. Hasilnya
menunjukkan LQR konsisten mencapai biaya terendah dengan mean normalized
regret 0,006, di bawah kontroler adaptif lain (ANN 0,404; PID 0,442) dan dua
hingga tiga orde lebih rendah dari kontroler parameter tetap (Rule-Based 5,04;
Statik 11,63). Selisih ini meningkat pada perubahan perangkat keras, menunjukkan
kontrol optimal berbasis persamaan dinamika sistem menjaga optimalitas dan
robustness terhadap variasi hardware, kapasitas, dan prioritas.
Perpustakaan Digital ITB