digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Enzim peroksidase merupakan suatu biokatalis yang dapat mempercepat reaksi oksidasi dengan cara mengurangi energi aktivasi yang dibutuhkan untuk menjalankan reaksi tersebut. Peroksidase berperan aktif dalam mengatalis oksidasi senyawa fenolik dengan bantuan hidrogen peroksida (H2O2) membentuk radikal fenoksil yang akan bereaksi dengan 4-Aminoantipyrine membentuk quinoneimine. Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimasi purifikasi dari enzim peroksidase dari ekstrak lobak putih (Raphanus sativus L.) menggunakan metode Aqueous two?phase system (ATPS) kombinasi PEG 6000 dan amonium sulfat ((NH4)2SO4), kemudian akan dilakukan pengujian untuk mengetahui stabilitas enzim pada suhu lemari pendingin (4°C) dan lemari pembeku (-23°C) selama 7 hari. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan kombinasi amonium sulfat dan PEG 6000 yang optimum adalah 50 % (w/v) (NH4)2SO4 dan 10 % (w/v) PEG 6000 pada fase polimer dengan nilai konsentrasi protein, aktivitas enzim dan aktivitas spesifik sebesar 6,485 mg/mL, 697,143 U/mL, dan 107,504 U/mg. Pada uji stabilitas di suhu rendah selama 7 hari, suhu lemari pembeku (-23°C) merupakan suhu terbaik untuk menjaga aktivitas spesifik enzim, menghambat penurunan konsentrasi protein, dan menghambat aktivitas enzim selama penyimpanan untuk memperlambat perubahan warna pada larutan.