Enzim peroksidase merupakan suatu biokatalis yang dapat mempercepat reaksi oksidasi dengan
cara mengurangi energi aktivasi yang dibutuhkan untuk menjalankan reaksi tersebut.
Peroksidase berperan aktif dalam mengatalis oksidasi senyawa fenolik dengan bantuan hidrogen
peroksida (H2O2) membentuk radikal fenoksil yang akan bereaksi dengan 4-Aminoantipyrine
membentuk quinoneimine. Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimasi purifikasi dari enzim
peroksidase dari ekstrak lobak putih (Raphanus sativus L.) menggunakan metode Aqueous two?phase system (ATPS) kombinasi PEG 6000 dan amonium sulfat ((NH4)2SO4), kemudian akan
dilakukan pengujian untuk mengetahui stabilitas enzim pada suhu lemari pendingin (4°C) dan
lemari pembeku (-23°C) selama 7 hari. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan kombinasi
amonium sulfat dan PEG 6000 yang optimum adalah 50 % (w/v) (NH4)2SO4 dan 10 % (w/v) PEG
6000 pada fase polimer dengan nilai konsentrasi protein, aktivitas enzim dan aktivitas spesifik
sebesar 6,485 mg/mL, 697,143 U/mL, dan 107,504 U/mg. Pada uji stabilitas di suhu rendah
selama 7 hari, suhu lemari pembeku (-23°C) merupakan suhu terbaik untuk menjaga aktivitas
spesifik enzim, menghambat penurunan konsentrasi protein, dan menghambat aktivitas enzim
selama penyimpanan untuk memperlambat perubahan warna pada larutan.
Perpustakaan Digital ITB