digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Atika Khairunnisa
PUBLIC Open In Flipbook Ridha Pratama Rusli

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu biomassa lignoselulosa yang melimpah dengan potensi sebagai sumber selulosa untuk berbagai aplikasi bernilai tinggi. Namun, pemanfaatannya terhambat oleh keberadaan lignin yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses delignifikasi TKKS menggunakan Deep Eutectic Solvent (DES) berbasis kolin klorida (ChCl) dan monoetanolamin (MEA) sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Variabel proses yang dioptimalkan meliputi rasio molar HBA:HBD (1:4, 1:6, dan 1:8), waktu delignifikasi (120, 240, dan 360 menit), serta rasio Liquor/Biomassa (4/1, 6/1, dan 8/1). Optimasi dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan Central Composite Design (CCD) yang terdiri dari 20 kali percobaan. Efektivitas delignifikasi dievaluasi melalui derajat delignifikasi serta kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin residual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemasakan merupakan faktor paling dominan, diikuti oleh rasio L/B dan rasio DES, dengan interaksi DES terhadap waktu sebagai interaksi terkuat. Model polinomial orde dua yang dihasilkan mampu memprediksi derajat delignifikasi dengan baik (R² = 88,12%). Kondisi optimum dicapai pada waktu 360–426 menit, rasio DES 1:7–1:8, dan rasio L/B 3,5:1–4:1, yang menghasilkan derajat delignifikasi 89–94%, kadar selulosa 61–68%, lignin residual 8–10%, dan hemiselulosa 29–34%. Eksperimen validasi pada kondisi prediksi Response Optimizer (426 menit; DES 1:7; L/B 3,5:1) menghasilkan deviasi hanya 0,20% untuk derajat delignifikasi dan 0,89% untuk kadar selulosa terhadap nilai prediksi model. DES ChCl:MEA terbukti mampu memperkaya kadar selulosa dari 40% menjadi 60–68% sambil mempertahankan hemiselulosa tanpa degradasi karbohidrat yang berlebihan, sehingga mendukung pengembangan teknologi biorefinery yang berkelanjutan.