Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu biomassa lignoselulosa
yang melimpah dengan potensi sebagai sumber selulosa untuk berbagai aplikasi
bernilai tinggi. Namun, pemanfaatannya terhambat oleh keberadaan lignin yang
kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses delignifikasi
TKKS menggunakan Deep Eutectic Solvent (DES) berbasis kolin klorida (ChCl)
dan monoetanolamin (MEA) sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan
dibandingkan metode konvensional. Variabel proses yang dioptimalkan meliputi
rasio molar HBA:HBD (1:4, 1:6, dan 1:8), waktu delignifikasi (120, 240, dan 360
menit), serta rasio Liquor/Biomassa (4/1, 6/1, dan 8/1). Optimasi dilakukan
menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan Central Composite
Design (CCD) yang terdiri dari 20 kali percobaan. Efektivitas delignifikasi
dievaluasi melalui derajat delignifikasi serta kadar selulosa, hemiselulosa, dan
lignin residual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemasakan merupakan faktor paling
dominan, diikuti oleh rasio L/B dan rasio DES, dengan interaksi DES terhadap
waktu sebagai interaksi terkuat. Model polinomial orde dua yang dihasilkan mampu
memprediksi derajat delignifikasi dengan baik (R² = 88,12%). Kondisi optimum
dicapai pada waktu 360–426 menit, rasio DES 1:7–1:8, dan rasio L/B 3,5:1–4:1,
yang menghasilkan derajat delignifikasi 89–94%, kadar selulosa 61–68%, lignin
residual 8–10%, dan hemiselulosa 29–34%. Eksperimen validasi pada kondisi
prediksi Response Optimizer (426 menit; DES 1:7; L/B 3,5:1) menghasilkan deviasi
hanya 0,20% untuk derajat delignifikasi dan 0,89% untuk kadar selulosa terhadap
nilai prediksi model. DES ChCl:MEA terbukti mampu memperkaya kadar selulosa
dari 40% menjadi 60–68% sambil mempertahankan hemiselulosa tanpa degradasi
karbohidrat yang berlebihan, sehingga mendukung pengembangan teknologi
biorefinery yang berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB