digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Upaya mengembangkan pseudolentivirus DENV-2 untuk uji netralisasi sudah pernah dilakukan sebelumnya, tetapi menghasilkan titer virus yang rendah karena adanya sinyal retensi retikulum endoplasma di protein envelope DENV yang menghambat perakitan pseudovirus di membran plasma. Penelitian ini bertujuan untuk menambahkan sinyal peptida dari VSV-G pada protein envelope DENV-2 untuk mendorong transportasi protein ke membran plasma. Sinyal peptida VSV-G berhasil diklon ke plasmid pcDNA3.1(+)_DENV2ps, menghasilkan plasmid pcDNA3.1(+)_VSVgss-ps_DENV2 yang teroptimasi. Plasmid ini digunakan dalam proses produksi pseudolentivirus di sel HEK 293T dan dikonfirmasi keberhasilannya dengan uji ekspresi EGFP pada sel BHK-21, Vero, dan K562 menggunakan flow cytometry. Pseudovirus dengan sinyal peptida VSV-G (G-D2- EGFP) memberikan jumlah sel positif EGFP yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak teroptimasi (C-D2-EGFP). Uji menggunakan furin eksogen juga dilakukan untuk mematangkan protein envelope DENV-2 pada versi teroptimasi furin, yaitu FC-D2-EGFP dan FG-D2-EGFP. Sel Vero menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi dengan FC-D2-EGFP, sementara sel K562 dengan FG-D2-EGFP. Lebih lanjut, ditemukan bahwa kombinasi sinyal peptida dan pemotongan oleh furin kemungkinan besar mengubah konformasi protein envelope dan mengubah interaksi antara pseudovirus dengan sel Vero dan sel K562. Penelitian ini menyediakan data pendukung untuk produksi pseudovirus DENV yang optimal, tetapi optimasi lebih lanjut diperlukan untuk menghasilkan partikel virus yang matang dan infektif.