Upaya mengembangkan pseudolentivirus DENV-2 untuk uji netralisasi sudah
pernah dilakukan sebelumnya, tetapi menghasilkan titer virus yang rendah karena
adanya sinyal retensi retikulum endoplasma di protein envelope DENV yang
menghambat perakitan pseudovirus di membran plasma. Penelitian ini bertujuan
untuk menambahkan sinyal peptida dari VSV-G pada protein envelope DENV-2
untuk mendorong transportasi protein ke membran plasma. Sinyal peptida VSV-G
berhasil diklon ke plasmid pcDNA3.1(+)_DENV2ps, menghasilkan plasmid
pcDNA3.1(+)_VSVgss-ps_DENV2 yang teroptimasi. Plasmid ini digunakan
dalam proses produksi pseudolentivirus di sel HEK 293T dan dikonfirmasi
keberhasilannya dengan uji ekspresi EGFP pada sel BHK-21, Vero, dan K562
menggunakan flow cytometry. Pseudovirus dengan sinyal peptida VSV-G (G-D2-
EGFP) memberikan jumlah sel positif EGFP yang lebih tinggi dibandingkan yang
tidak teroptimasi (C-D2-EGFP). Uji menggunakan furin eksogen juga dilakukan
untuk mematangkan protein envelope DENV-2 pada versi teroptimasi furin, yaitu
FC-D2-EGFP dan FG-D2-EGFP. Sel Vero menunjukkan tingkat infeksi yang lebih
tinggi dengan FC-D2-EGFP, sementara sel K562 dengan FG-D2-EGFP. Lebih
lanjut, ditemukan bahwa kombinasi sinyal peptida dan pemotongan oleh furin
kemungkinan besar mengubah konformasi protein envelope dan mengubah
interaksi antara pseudovirus dengan sel Vero dan sel K562. Penelitian ini
menyediakan data pendukung untuk produksi pseudovirus DENV yang optimal,
tetapi optimasi lebih lanjut diperlukan untuk menghasilkan partikel virus yang
matang dan infektif.
Perpustakaan Digital ITB