COVER Pinta Putri Saraswati
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Pinta Putri Saraswati
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Pinta Putri Saraswati
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Pinta Putri Saraswati
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Pinta Putri Saraswati
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Pinta Putri Saraswati
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Asam laktat merupakan senyawa karboksilat dengan aplikasi yang beragam pada berbagai
sektor industri, khususnya industri polimer dan pangan. Senyawa ini utamanya dihasilkan
melalui proses fermentasi dengan bakteri asam laktat (BAL), salah satunya Lactobacillus
acidophilus. Salah satu tantangan terbesar fermentasi asam laktat pada skala industri dengan
L. acidophilus adalah biaya medium fermentasi yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan
medium alternatif dengan biaya lebih rendah yang tetap mencukupi kebutuhan nutrisi
mikroba. Medium M9 merupakan medium minimal terdefinisi yang terdiri dari garam-
garam mineral esensial untuk pertumbuhan mikroba dengan biaya yang relatif rendah.
Namun, karena komposisinya yang sederhana, medium ini umumnya ditambahkan sumber
karbon dan nitrogen untuk mendukung pertumbuhan mikroorganisme fastidious. Salah satu
alternatif sumber karbon yang berpotensi digunakan adalah gliserol, yang merupakan limbah
dari industri biodiesel. Berdasarkan penelitian sebelumnya, L. acidophilus dibuktikan
mampu mengkonversi gliserol menjadi asam laktat dalam medium kaya nutrisi. Pada
penelitian ini, dilakukan produksi asam laktat dengan L. acidophilus pada medium minimal
M9 termodifikasi gliserol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan: 1) laju &
parameter kinetika kenaikan berat kering sel, 2) laju & kinetika pembentukan produk, 3)
laju & kinetika konsumsi substrat, dan 4) rentang konsentrasi gliserol optimum dalam
medium M9 termodifikasi pada proses fermentasi oleh L. acidophilus. Penelitian ini
menggunakan pendekatan OVAT (one variable at a time) untuk mengevaluasi pengaruh
konsentrasi gliserol dalam medium terhadap pertumbuhan L. acidophilus dengan konsentrasi
yeast extract dibuat tetap. Adapun komposisi dari medium M9 termodifikasi adalah
Na2HPO4 6 g/L; KH2PO4 3 g/L; NH4Cl 1 g/L; NaCl 0,5 g/L; MgSO4 1 mL/L; Thiamin . HCl
1 mL/L; CaCl2 . 2 H2O 1 mL/L; yeast extract 11,52 g/L. Konsentrasi gliserol pada medium
divariasikan yaitu 8,5 ; 17 ; 34 ; dan 68 g/L. Fermentasi dilakukan pada suhu 37 °C selama
150 jam tanpa agitasi. Konsentrasi inokulum awal 105 CFU/mL dengan volume 2% (v/v).
Berdasarkan penelitian ini, laju pembentukan berat kering terbesar diperoleh pada variasi P2
dengan nilai 2 mg/L jam dengan parameter kinetika Ks = 1,23 g/L, Ki = 279,79 g/L, dan
rXmax = 2,27 g/L jam. Laju pembentukan produk tertinggi diperoleh pada variasi P2 dengan
nilai 0,047 mM/jam dengan parameter kinetika Ks = 5,4 g/L, Ki = 72,2 g/L, dan rPmax =
0,067 mM/jam. Laju konsumsi substrat tertinggi diperoleh pada variasi P4 dengan nilai
0,447 mM/jam dengan parameter kinetika Ks = 8,4 g/L dan rSmax = 0,38 mM/jam. Rentang
konsentrasi gliserol optimum dalam medium M9 termodifikasi pada penelitian ini adalah
pada 18,55 - 19,75 g/L. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa produksi asam
dan pertumbuhan biomassa dari L. acidophilus optimum didapatkan pada konsentrasi
gliserol yang relatif rendah dalam medium M9 termodifikasi.
Perpustakaan Digital ITB