COVER Nabila Nisrina
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Nabila Nisrina
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Nabila Nisrina
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Nabila Nisrina
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Nabila Nisrina
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Nabila Nisrina
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Nabila Nisrina
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Asam laktat merupakan asam organik yang banyak dimanfaatkan dalam
industri pangan, farmasi, dan kosmetik, dengan permintaan global yang terus
meningkat. Produksi asam laktat secara komersial umumnya dilakukan melalui
fermentasi menggunakan bakteri asam laktat, seperti Lactobacillus acidophilus, karena
mampu menghasilkan produk dengan kemurnian tinggi. Namun, penggunaan medium
komersial seperti MRS masih menjadi kendala akibat biaya yang relatif tinggi,
sehingga diperlukan alternatif medium yang lebih ekonomis, seperti medium M9
termodifikasi.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi konsentrasi
glukosa dalam medium M9 termodifikasi terhadap produksi asam laktat oleh
Lactobacillus acidophilus, mengidentifikasi kondisi optimum fermentasi, serta
menentukan parameter kinetika pertumbuhan dan perolehan produk. Fermentasi
dilakukan selama 48 jam pada suhu 37°C tanpa agitasi, dengan konsentrasi inokulum
awal 2% (v/v) (105 CFU/mL), pH awal 6,2, serta sumber nitrogen berupa yeast extract
sebesar 1,394 g/L. Variasi konsentrasi glukosa yang digunakan adalah 5, 10, 20, dan
40 g/L dengan metode One Variable at a Time (OVAT). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa peningkatan konsentrasi glukosa cenderung menurunkan kinerja fermentasi.
Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi glukosa 5 g/L dengan biomassa
maksimum sebesar 1,48 g/L dan yield produk terhadap substrat (Yp/s) sebesar 0,993.
Parameter kinetika pada kondisi optimum menunjukkan laju pertumbuhan biomassa
sebesar 0,031 g/L·jam dan laju konsumsi substrat sebesar 0,067 g/L·jam. Selain itu,
diperoleh total asam sebesar 0,116 M dan konsentrasi asam laktat sebesar 0,097 M,
dengan yield biomassa terhadap substrat (Yx/s) sebesar 0,1686 serta yield produk
terhadap biomassa (Yp/x) sebesar 5,892.Secara keseluruhan, variasi konsentrasi glukosa
berpengaruh terhadap produksi asam laktat, di mana konsentrasi rendah memberikan
kinerja fermentasi yang lebih optimal, menunjukkan tidak terjadinya inhibisi substrat
dan tercapainya keseimbangan antara pertumbuhan sel dan pembentukan produk.
Perpustakaan Digital ITB