Studi ini mengkaji optimasi pemodelan fasies pada Formasi Middle Baong Sand
(MBS) di Lapangan PTT Securai, Cekungan Sumatera Utara, yang dicirikan oleh
heterogenitas geologi tinggi akibat pengendapan sistem turbidit laut dalam. Tujuan
utama penelitian adalah melakukan validasi awal terhadap hasil pemodelan fasies
menggunakan data histori performa sumur melalui proses preliminary history
matching dalam simulasi reservoir dinamis, guna menentukan metode pemodelan
yang paling representatif terhadap kompleksitas geologi formasi.
Tiga pendekatan geostatistik diterapkan, yakni Sequential Indicator Simulation
(SIS), Truncated Gaussian Simulation (TGS), dan kombinasi keduanya.
Pembangunan model statik dilakukan dengan mengintegrasikan data geologi,
petrofisika, dan seismik. Seluruh model kemudian divalidasi terhadap data produksi
dan tekanan dari 18 sumur produksi, menggunakan parameter evaluasi berupa
kesesuaian produksi kumulatif minyak dan gas, tren penurunan tekanan, serta pola
distribusi fluida.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TGS secara konsisten memberikan
prediksi paling akurat dibandingkan metode lain, dengan galat produksi gas
kumulatif terendah serta tren tekanan reservoir yang paling realistis dan sesuai data
historis. Meskipun model kombinasi menunjukkan performa lebih baik untuk
produksi minyak, metode TGS tetap unggul secara keseluruhan. Penelitian ini
menegaskan pentingnya validasi dinamis dalam pemilihan pendekatan pemodelan
fasies dan memberikan bukti kuantitatif mengenai keandalan metode TGS dalam
memodelkan sistem reservoir turbidit. Studi ini diharapkan dapat menjadi rujukan
metodologis bagi pengembangan model reservoir di lingkungan geologi yang
heterogen.
Perpustakaan Digital ITB