Abstrak - Shipa Ramdhiani Putri
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Karies gigi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi mencapai 88% di Indonesia. Streptococcus mutans merupakan penyebab utama penyakit ini dengan membentuk plak dan menghasilkan asam di permukaan gigi. Pasta gigi konvensional umumnya menggunakan surfaktan sintetis seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) untuk meningkatkan efikasi pembersihan gigi. Akan tetapi, surfaktan sintetis dalam pasta gigi berpotensi menimbulkan efek samping seperti iritasi mukosa mulut. Penelitian sebelumnya telah mengaplikasikan biosurfaktan dalam formulasi pasta gigi, tetapi masih menghasilkan aktivitas pembusaan yang rendah. Aspek pembusaan pasta gigi berperan penting untuk membantu distribusi bahan aktif dalam pasta gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi biosurfaktan F7 sehingga menghasilkan formulasi pasta gigi dengan karakteristik fisikokimia standar komersial dan efektif untuk menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian dilakukan dengan membuat formulasi pasta gigi sederhana yang ditambahkan biosurfaktan Bacillus clausii F7 (1000 ppm dan 5000 ppm) konsentrasi 0,5%–20% (w/w). Evaluasi fisikokimia dilakukan dengan mengukur daya sebar, pH, dan busa. Potensi penghambatannya terhadap S. mutans diukur melalui profil viabilitas sel, sintesis karbohidrat total ekstraseluler polisakarida (EPS), dan produksi asam laktat. Pasta gigi biosurfaktan terpilih kemudian dievaluasi kualitas dan keamanannya sesuai ISO 11609:2017. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan 5%, 10%, dan 15% (w/w) biosurfaktan F7 5000 ppm secara signifikan meningkatkan kualitas fisikokimia pasta gigi. Konsentrasi biosurfaktan F7 5000 ppm dengan penambahan 5% (w/w) dalam formulasi pasta gigi ditetapkan sebagai konsentrasi optimal karena mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans hingga 85% serta menurunkan produksi asam laktat hingga 60%. Sementara itu, konsetrasi karbohidrat total EPS tidak menunjukkan pengurangan yang signifikan. Formulasi dengan konsentrasi ini juga memenuhi standar ISO 11609:2017, baik aspek fisikokimia maupun mikrobiologis. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa 5% (w/w) biosurfaktan F7 5000 ppm merupakan konsentrasi optimal untuk menghasilkan formulasi pasta gigi dengan karakteristik fisikokimia standar mutu komersial dan efektif menghambat pertumbuhan S. mutans.
Perpustakaan Digital ITB