Paparan radiasi ultraviolet (UV), polusi udara, dan faktor lingkungan lainnya dapat meningkatkan
pembentukan reactive oxygen species (ROS) pada kulit sehingga memicu stres oksidatif. Herba
pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) diketahui mengandung triterpenoid, senyawa fenolik, dan
flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan, tetapi pemanfaatannya masih dibatasi oleh
rendahnya stabilitas senyawa bioaktif selama formulasi maupun penyimpanan. Nanoemulsi
Pickering dikembangkan sebagai sistem penghantaran untuk meningkatkan stabilitas dan
mempertahankan aktivitas senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi formula
nanoemulsi Pickering ekstrak herba pegagan serta mengevaluasi karakteristik fisik, aktivitas
antioksidan, dan profil pelepasan in vitro. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode one
factor at a time (OFAT) yang dilanjutkan dengan Box–Behnken Design (BBD). Formula optimum
kemudian dikarakterisasi meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas, morfologi, pH, viskositas,
bobot jenis, serta dievaluasi stabilitas fisik, aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, dan
profil pelepasan in vitro menggunakan sel difusi Franz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula
optimum memiliki ukuran partikel sebesar 108,2 ± 3,671 nm dengan PDI 0,218 ± 0,025 serta
memenuhi karakteristik fisik nanoemulsi Pickering yang diharapkan. Formula optimum juga
menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak pegagan tanpa formulasi.
Selain itu, nanoemulsi Pickering memiliki profil pelepasan senyawa antioksidan yang berbeda
dibandingkan emulsi konvensional, yang mengindikasikan bahwa penggunaan partikel padat
sebagai penstabil tidak hanya meningkatkan stabilitas sistem, tetapi juga memengaruhi pelepasan
senyawa bioaktif dari formulasi. Dengan demikian, nanoemulsi Pickering ekstrak herba pegagan
berpotensi dikembangkan sebagai sistem penghantaran antioksidan untuk aplikasi topikal.
Perpustakaan Digital ITB