digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Syamsanahara
PUBLIC Open In Flipbook yana mulyana

Paparan radiasi ultraviolet (UV), polusi udara, dan faktor lingkungan lainnya dapat meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS) pada kulit sehingga memicu stres oksidatif. Herba pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) diketahui mengandung triterpenoid, senyawa fenolik, dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan, tetapi pemanfaatannya masih dibatasi oleh rendahnya stabilitas senyawa bioaktif selama formulasi maupun penyimpanan. Nanoemulsi Pickering dikembangkan sebagai sistem penghantaran untuk meningkatkan stabilitas dan mempertahankan aktivitas senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi formula nanoemulsi Pickering ekstrak herba pegagan serta mengevaluasi karakteristik fisik, aktivitas antioksidan, dan profil pelepasan in vitro. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode one factor at a time (OFAT) yang dilanjutkan dengan Box–Behnken Design (BBD). Formula optimum kemudian dikarakterisasi meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas, morfologi, pH, viskositas, bobot jenis, serta dievaluasi stabilitas fisik, aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, dan profil pelepasan in vitro menggunakan sel difusi Franz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum memiliki ukuran partikel sebesar 108,2 ± 3,671 nm dengan PDI 0,218 ± 0,025 serta memenuhi karakteristik fisik nanoemulsi Pickering yang diharapkan. Formula optimum juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak pegagan tanpa formulasi. Selain itu, nanoemulsi Pickering memiliki profil pelepasan senyawa antioksidan yang berbeda dibandingkan emulsi konvensional, yang mengindikasikan bahwa penggunaan partikel padat sebagai penstabil tidak hanya meningkatkan stabilitas sistem, tetapi juga memengaruhi pelepasan senyawa bioaktif dari formulasi. Dengan demikian, nanoemulsi Pickering ekstrak herba pegagan berpotensi dikembangkan sebagai sistem penghantaran antioksidan untuk aplikasi topikal.