COVER Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Viteksin adalah senyawa flavonoid dengan banyak manfaat kesehatan bagi
manusia. Senyawa C-glikosil dan trihidroksiflavon yang memiliki rumus
molekuler C21H20O10 ini memiliki banyak manfaat kesehatan bagi manusia,
seperti sifat bioaktif viteksin yang meliputi antioksidan, anti-inflamasi, antikanker, perlindungan saraf, dan perlindungan kardiovaskular. Penelitian ini
bertujuan untuk melakukan ekstraksi viteksin dari tanaman L. punctata yang
dielsitasi kitosan dengan menggunakan DES ChCl:Urea. Proses kultivasi L.
punctata pada penelitian ini berjalan selama 21 hari menggunakan medium AB
Mix yang ditambahkan dengan 50 mg/L elisitor kitosan. Ekstraksi viteksin
dilakukan dengan metode maserasi dengan perancangan Response Surface
Methodology (RSM). Parameter maserasi yang dioptimasi melalui RSM
adalah kadar air DES yang digunakan, rasio pelarut DES dengan biomassa,
dan temperatur maserasi. Penelitian ini juga melakukan penentuan perolehan
viteksin dengan parameter maserasi optimal serta penentuan parameter
kinetika maserasi viteksin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air DES
paling optimal untuk maserasi adalah 33,73%, rasio pelarut DES dengan dry
mass Landoltia punctata (RPB) paling optimal untuk maserasi adalah 56,66
mL/g dry mass, dan temperatur maserasi paling optimal adalah 49,5?.
Penelitian juga menunjukkan bahwa maserasi dengan parameter optimal
tersebut memberikan yield viteksin saat ekstraksi mencapai fasa equilibrium
sebesar 0,255 µg/mg dan konstanta transfer massa zat viteksin saat proses
ekstraksi dijalankan sebesar 0,133 µg/min.
Perpustakaan Digital ITB