digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ahmad Fadhli Nurkhalis
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

COVER Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Ahmad Fadhli Nurkhalis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Viteksin adalah senyawa flavonoid dengan banyak manfaat kesehatan bagi manusia. Senyawa C-glikosil dan trihidroksiflavon yang memiliki rumus molekuler C21H20O10 ini memiliki banyak manfaat kesehatan bagi manusia, seperti sifat bioaktif viteksin yang meliputi antioksidan, anti-inflamasi, antikanker, perlindungan saraf, dan perlindungan kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan ekstraksi viteksin dari tanaman L. punctata yang dielsitasi kitosan dengan menggunakan DES ChCl:Urea. Proses kultivasi L. punctata pada penelitian ini berjalan selama 21 hari menggunakan medium AB Mix yang ditambahkan dengan 50 mg/L elisitor kitosan. Ekstraksi viteksin dilakukan dengan metode maserasi dengan perancangan Response Surface Methodology (RSM). Parameter maserasi yang dioptimasi melalui RSM adalah kadar air DES yang digunakan, rasio pelarut DES dengan biomassa, dan temperatur maserasi. Penelitian ini juga melakukan penentuan perolehan viteksin dengan parameter maserasi optimal serta penentuan parameter kinetika maserasi viteksin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air DES paling optimal untuk maserasi adalah 33,73%, rasio pelarut DES dengan dry mass Landoltia punctata (RPB) paling optimal untuk maserasi adalah 56,66 mL/g dry mass, dan temperatur maserasi paling optimal adalah 49,5?. Penelitian juga menunjukkan bahwa maserasi dengan parameter optimal tersebut memberikan yield viteksin saat ekstraksi mencapai fasa equilibrium sebesar 0,255 µg/mg dan konstanta transfer massa zat viteksin saat proses ekstraksi dijalankan sebesar 0,133 µg/min.