digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia merupakan negara dengan tingkat endemisitas virus hepatitis B (HBV) sedang hingga tinggi. Upaya pengendalian HBV masih menghadapi tantangan akibat keterbatasan akses diagnostik dan beragamnya subtipe HBsAg yang ditemukan. Oleh karena itu, pengembangan metode deteksi dini yang bersifat stabil terhadap suhu dan pH ekstrem serta dapat mengenali berbagai jenis subtipe HBsAg, menjadi sangat penting. VNAR HB17 merupakan nanobodi berdomain tunggal yang diisolasi dari hiu totol bambu putih (Chiloscyllium plagiosum) dan berpotensi sebagai capture antibody dalam sistem sandwich enzyme-linked immunoabsorbent assay (ELISA) deteksi HBV karena afinitas pengikatan yang baik terhadap HBsAg, ukuran molekul lebih kecil, serta stabilitas tinggi terhadap suhu dan pH ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi ekspresi protein rekombinan VNAR HB17, menentukan protein total hasil purifikasi protein, serta mengevaluasi performa HB17 sebagai capture antibody untuk ELISA deteksi HBsAg. Gen pengode VNAR HB17 diekspresikan secara rekombinan pada Escherichia coli BL21(DE3) menggunakan konstruk pET28a-DsbA-HB17 dengan variasi suhu inkubasi (28oC dan 37oC) serta konsentrasi IPTG (0; 0,25; 0,5 mM). Protein hasil ekspresi dianalisis dengan SDS-PAGE dan Western blot, lalu dipurifikasi menggunakan kolom kromatografi afinitas Ni-NTA dan didialisis terhadap phosphate-buffered saline (PBS). Konsentrasi protein ditentukan melalui metode Bradford. Selanjutnya, dilakukan screening checkerboard ELISA untuk menentukan kandidat konsentrasi HB17 dan antibodi monoklonal optimum, lalu dianalisis limit of detection, kemiringan kurva, dan nilai Z’-factor untuk penentuan kombinasi potensial dalam aplikasi sandwich ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum ekspresi HB17 diperoleh pada suhu inkubasi 28°C tanpa penambahan IPTG. Total protein rekombinan yang berhasil diperoleh setelah proses purifikasi adalah 623,35 ?g dari 500 mL kultur bakteri. Pada optimasi sandwich ELISA, kombinasi 5 ?g/mL HB17 sebagai capture antibody dan 1 ?g/mL antibodi monoklonal sebagai detection antibody menghasilkan performa terbaik dengan nilai slope sebesar 0,0552; Z?-factor sebesar 0,815; dan LOD sebesar 0,137 ?g/mL. Penelitian ini menunjukkan bahwa VNAR HB17 berpotensi digunakan sebagai capture antibody pada sistem sandwich ELISA untuk deteksi HBsAg.