Indonesia merupakan negara dengan tingkat endemisitas virus hepatitis B
(HBV) sedang hingga tinggi. Upaya pengendalian HBV masih menghadapi
tantangan akibat keterbatasan akses diagnostik dan beragamnya subtipe HBsAg
yang ditemukan. Oleh karena itu, pengembangan metode deteksi dini yang bersifat
stabil terhadap suhu dan pH ekstrem serta dapat mengenali berbagai jenis subtipe
HBsAg, menjadi sangat penting. VNAR HB17 merupakan nanobodi berdomain
tunggal yang diisolasi dari hiu totol bambu putih (Chiloscyllium plagiosum) dan
berpotensi sebagai capture antibody dalam sistem sandwich enzyme-linked
immunoabsorbent assay (ELISA) deteksi HBV karena afinitas pengikatan yang
baik terhadap HBsAg, ukuran molekul lebih kecil, serta stabilitas tinggi terhadap
suhu dan pH ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi ekspresi protein
rekombinan VNAR HB17, menentukan protein total hasil purifikasi protein, serta
mengevaluasi performa HB17 sebagai capture antibody untuk ELISA deteksi
HBsAg.
Gen pengode VNAR HB17 diekspresikan secara rekombinan pada Escherichia
coli BL21(DE3) menggunakan konstruk pET28a-DsbA-HB17 dengan variasi suhu
inkubasi (28oC dan 37oC) serta konsentrasi IPTG (0; 0,25; 0,5 mM). Protein hasil
ekspresi dianalisis dengan SDS-PAGE dan Western blot, lalu dipurifikasi
menggunakan kolom kromatografi afinitas Ni-NTA dan didialisis terhadap
phosphate-buffered saline (PBS). Konsentrasi protein ditentukan melalui metode
Bradford. Selanjutnya, dilakukan screening checkerboard ELISA untuk
menentukan kandidat konsentrasi HB17 dan antibodi monoklonal optimum, lalu
dianalisis limit of detection, kemiringan kurva, dan nilai Z’-factor untuk penentuan
kombinasi potensial dalam aplikasi sandwich ELISA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum ekspresi HB17 diperoleh
pada suhu inkubasi 28°C tanpa penambahan IPTG. Total protein rekombinan yang
berhasil diperoleh setelah proses purifikasi adalah 623,35 ?g dari 500 mL kultur
bakteri. Pada optimasi sandwich ELISA, kombinasi 5 ?g/mL HB17 sebagai capture
antibody dan 1 ?g/mL antibodi monoklonal sebagai detection antibody
menghasilkan performa terbaik dengan nilai slope sebesar 0,0552; Z?-factor sebesar
0,815; dan LOD sebesar 0,137 ?g/mL. Penelitian ini menunjukkan bahwa VNAR
HB17 berpotensi digunakan sebagai capture antibody pada sistem sandwich ELISA
untuk deteksi HBsAg.
Perpustakaan Digital ITB