Abstrak - Yulio Arian Dharma
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Pertumbuhan kapasitas panas bumi global saat ini lebih didominasi oleh optimasi lapangan
eksisting dibandingkan pembangunan lapangan baru, sehingga keberlanjutan reservoir menjadi
sama penting dengan penambahan kapasitas. Penurunan tekanan reservoir dipengaruhi oleh
manajemen produksi, dan pada reservoir multisektor terintegrasi, alokasi tekanan kepala sumur
antarsektor menjadi semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan
membandingkan dua kriteria optimasi alokasi produksi dinamis terhadap umur reservoir yang
dicapai, serta mengintegrasikan model reservoir, simulasi performa sumur, dan sistem
pembangkit ke dalam satu sistem optimasi yang konsisten.
Penelitian menggunakan studi kasus Lapangan Salak/Awibengkok, dengan reservoir
dimodelkan sebagai lumped-parameter model dua fasa berupa empat sektor tangki berantai,
dengan sektor Central dan East sebagai sektor produksi aktif. Kurva deliverability sumur
diperoleh dari simulasi WellSim, sementara sistem permukaan dibangun di MATLAB dan
diverifikasi terhadap Aspen HYSYS. Dua skenario optimasi dinamis, yaitu Skenario Minimum
Flowrate dan Skenario Minimum Drawdown, dijalankan pada tiap interval melalui dua tahap
penyaringan kandidat tekanan kepala sumur hingga masing-masing mencapai kondisi
terminasinya sendiri.
Hasil simulasi menunjukkan Skenario Minimum Drawdown memperpanjang umur reservoir
hingga 13,83 tahun, sekitar 15,3 persen lebih panjang dibandingkan Skenario Minimum
Flowrate yang berhenti pada 12 tahun. Minimum Flowrate gagal pada sektor produksi akibat
kebijakan alokasinya sendiri, sedangkan Minimum Drawdown gagal pada sektor batas nonproduksi
akibat batas fisis validitas dua fasa. Target daya pembangkit terpenuhi pada kedua
skenario, menegaskan bahwa integrasi model reservoir, sumur, dan sistem permukaan bekerja
andal, dan kegagalan yang membatasi umur reservoir murni bersumber dari batasan fisis
reservoir.
Perpustakaan Digital ITB