digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sektor pertambangan Indonesia menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mendekarbonisasi operasional jarak jauh yang padat energi, sekaligus menjaga keandalan operasional dan mengelola eksposur terhadap volatilitas harga bahan bakar global. Sistem tenaga captive 50 Hz milik PT Freeport Indonesia (PTFI) merepresentasikan tantangan multidimensi ini. Sistem tersebut mengonsumsi sekitar 83.200 MWh per tahun, menciptakan eksposur finansial yang signifikan terhadap volatilitas harga bahan bakar global serta kesenjangan keandalan N-1 yang kritis pada infrastruktur Basecamp. Meskipun hibridisasi Solar Photovoltaic (PV) dan diesel merupakan jalur de-dieselisasi yang layak secara teknis, implementasinya kerap terhambat oleh ketidakmampuan metode penilaian keuangan konvensional dalam menangkap nilai fleksibilitas strategis di tengah ketidakpastian pasar yang ekstrem. Penelitian ini menjawab keterbatasan tersebut dengan menerapkan kerangka Real Options Valuation (ROV) menggunakan model Binomial Lattice lima langkah untuk mengevaluasi tiga skenario investasi strategis pada sistem 50 Hz PTFI: skenario Base Case berupa pemasangan Solar PV 3 MWp, skenario Optimized yang mengintegrasikan Battery Energy Storage System (BESS) pada sistem 3 MWp, dan skenario Extended yang memperluas kapasitas Solar PV hingga 5 MWp. Analisis Discounted Cash Flow (DCF) deterministik terlebih dahulu menetapkan Base Case sebagai layak secara finansial, menghasilkan Net Present Value (NPV) statis sebesar US$ 3.933.963,10 selama masa ekonomis 20 tahun. Untuk skenario Extended, model menghasilkan ENPV yang jauh lebih tinggi yakni US$ 7.938.436,16. Temuan penting dari penelitian ini adalah teridentifikasinya "rank flip" strategis pada alternatif investasi. Dalam metode DCF statis, skenario Optimized yang menampilkan BESS mendapat peringkat terendah akibat tingginya kebutuhan modal awal. Namun, ketika fleksibilitas manajerial dikuantifikasi secara eksplisit melalui ROV, skenario BESS melampaui Base Case dalam nilai strategis, membuktikan bahwa komitmen modal awal untuk optimasi sistem menciptakan nilai strategis jangka panjang yang substansial. Penelitian ini merupakan penerapan pertama kerangka Real Options Binomial Lattice pada strategi de-dieselisasi Solar PV di sektor pertambangan terpencil Indonesia. Temuan ini memberdayakan para eksekutif pertambangan untuk memaknai ulang instalasi energi terbarukan bukan sebagai biaya kepatuhan yang hangus, melainkan sebagai aset strategis adaptif yang mempercepat agenda dekarbonisasi industri.