Pengambilan keputusan merupakan proses yang kompleks dalam sistem Rantai
Pasok Makanan (RPM) karena melibatkan banyak variabel dan kendala, serta
ketidakpastian harga bahan baku di masa mendatang. Selain itu, keputusan yang
diambil perlu dioptimalkan agar mampu memenuhi berbagai kebutuhan operasional
dengan biaya yang efisien. Penelitian ini mengkaji Program Makan Bergizi Gratis
(MBG) sebagai salah satu sistem RPM dengan biaya operasional yang sangat besar
di Indonesia. Program MBG bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat
melalui upaya penurunan prevalensi stunting. Namun, penentuan menu bergizi
dalam program tersebut merupakan tantangan yang signifikan karena dipengaruhi
oleh sulitnya memprediksi harga bahan baku, keterbatasan anggaran, kebutuhan
pemenuhan nutrisi, serta pentingnya menjaga variasi menu. Untuk mengatasi
tantangan tersebut, penelitian ini mengintegrasikan model Pemrograman Stokastik
(PS) dengan metode peramalan berbasis pembelajaran mesin Deep AutoRegressive
(DeepAR). Model DeepAR digunakan untuk menghasilkan skenario prakiraan
harga bahan baku, sedangkan model PS digunakan untuk menentukan menu bergizi
yang optimal berdasarkan skenario harga tersebut. Studi kasus dilakukan pada
sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa model DeepAR mampu memprakirakan harga bahan baku dengan tingkat
akurasi yang tinggi, yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata Mean Pinball Loss (MPL)
sebesar Rp481,77, Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 2,33%, Index
of Agreement (IA) sebesar 64,04%, dan Directional Change (DC) sebesar 10,83%.
Berdasarkan hasil prakiraan harga tersebut, model yang diusulkan mampu
menghasilkan rekomendasi menu bergizi untuk periode satu minggu dalam waktu
yang sangat singkat, yaitu sekitar 2 detik, dengan tetap memenuhi batasan
anggaran, kebutuhan nutrisi, dan keragaman menu.
Perpustakaan Digital ITB