C7 Coffee (Cetujuh) merupakan sebuah kedai kopi mikro di Kota Bandung yang mengelola persediaan bahan baku secara informal dan reaktif, tanpa pencatatan stok, jumlah pemesanan tetap, maupun titik pemesanan kembali, sehingga sering mengalami kehabisan stok dan pembelian yang tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik pengelolaan persediaan yang saat ini diterapkan serta menentukan kebijakan pemesanan yang optimal menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), yang dipadukan dengan analisis reorder point, safety stock, rata-rata tingkat persediaan, dan total biaya persediaan. Penelitian menggunakan desain studi kasus kuantitatif, dengan permintaan terhadap sepuluh bahan baku utama direkonstruksi dari data penjualan selama lima bulan (Oktober 2025 hingga Februari 2026) melalui bill of materials (resep) setiap menu, karena kedai tidak memiliki pencatatan persediaan secara formal. Analisis dilakukan dengan menggunakan biaya pemesanan sebesar Rp21.000 per pesanan, biaya penyimpanan sebesar 25 persen dari nilai unit per tahun, waktu tunggu (lead time) satu hari, dan tingkat layanan (service level) sebesar 95 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebijakan EOQ mampu menurunkan total biaya persediaan bulanan untuk sepuluh bahan baku dari Rp380.361 menjadi Rp92.991, sehingga menghasilkan penghematan sebesar Rp287.370 atau sekitar 75,6 persen. Penghematan tersebut hampir seluruhnya berasal dari penurunan frekuensi pemesanan, bukan dari pengurangan tingkat persediaan, karena tujuh dari sepuluh bahan baku justru masih berada di bawah tingkat persediaan yang direkomendasikan berdasarkan EOQ. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan persediaan yang terstruktur berbasis EOQ, didukung oleh reorder point dan safety stock, dapat meningkatkan efisiensi biaya secara signifikan sekaligus mengurangi risiko kehabisan stok. Namun demikian, ukuran pemesanan untuk bahan baku yang mudah rusak, seperti susu dan krimer, sebaiknya disesuaikan agar lebih kecil daripada jumlah EOQ teoritis dengan mempertimbangkan risiko kerusakan produk dan keterbatasan kapasitas penyimpanan. Kata kunci: Economic Order Quantity (EOQ), manajemen persediaan, persediaan pengaman (safety stock), kedai kopi mikro, bill of materials.
Perpustakaan Digital ITB