digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Alqindy Rakafsya
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Sistem kelistrikan isolated di Indonesia masih didominasi oleh pembangkit listrik tenaga diesel yang memiliki biaya operasi tinggi, ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, dan emisi karbon yang signifikan. Salah satu sistem yang menghadapi kondisi tersebut adalah PLTD Telaga di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konfigurasi sistem hibrid berbasis energi terbarukan yang optimal dalam mendukung program dedieselisasi dengan tetap mempertahankan keandalan sistem. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan simulasi tekno-ekonomi dengan perangkat lunak HOMER Pro dan verifikasi teknis sistem fotovoltaik menggunakan PVSyst. Tahapan penelitian meliputi karakterisasi sistem eksisting, asesmen sumber daya energi terbarukan, pemodelan berbagai konfigurasi sistem hibrid, serta optimasi berdasarkan indikator ekonomi dan keandalan sistem. Sumber energi yang dievaluasi meliputi tenaga surya, biomassa, mikrohidro, dan angin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem eksisting memiliki konsumsi bahan bakar diesel sekitar 226.018 liter per tahun dengan Cost of Energy (COE) sebesar USD 2,12/kWh. Hasil optimasi menunjukkan bahwa konfigurasi terbaik terdiri atas PLTS, Battery Energy Storage System (BESS), pembangkit biomassa, dan generator diesel sebagai cadangan. Konfigurasi tersebut menghasilkan Renewable Fraction sebesar 98,4%, Net Present Cost sekitar USD 1,35 juta, dan COE sebesar USD 0,1968/kWh. Konsumsi bahan bakar diesel dapat ditekan hingga sekitar 98,3% dibandingkan kondisi eksisting, sementara nilai unmet load dan capacity shortage tetap nol sehingga keandalan sistem tetap terjaga. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan sistem pembangkit hibrid dan implementasi program dedieselisasi pada sistem kelistrikan terpencil di Indonesia.