Banjir merupakan bencana tahunan yang kerap melanda wilayah Majalaya, Jawa
Barat. Saat ini, informasi curah hujan dan tinggi muka air (TMA) masih
disampaikan melalui grup WhatsApp, sehingga sulit dipahami masyarakat.
Purwarupa ini bertujuan mengembangkan MR-FLOWS (Majalaya River Flood
Warning System), sebuah sistem informasi terintegrasi berbasis website untuk
mitigasi luapan banjir di DAS Majalaya yang dapat diakses publik
melalui https://mrflows.my.id.
Sistem
dibangun
menggunakan
kerangka
kerja FastAPI (backend)
dan React (frontend) dengan basis data PostgreSQL. Data observasi curah hujan
dari enam stasiun dan TMA dari stasiun Majalaya periode Januari 2023–Mei 2026
diproses melalui kontrol kualitas dan imputasi nilai hilang. Eksperimen pemodelan
membandingkan Linear Regression, Ridge, Lasso, dan XGBoost untuk prediksi
TMA. Interval waktu optimal adalah 10 menit (R²=0,935). Strategi rekayasa fitur
terbaik (Lag kemudian Rolling) menghasilkan fitur yang mencakup lag spesifik
tiap stasiun (120–190 menit) serta fitur autoregresif (tma_lag1) dan interaksi antar
stasiun.
Model XGBoost mencapai kinerja terbaik (R² Uji=0,9531, RMSE=0,0825 m,
MAE=0,0209 m) dengan fitur paling dominan adalah tma_lag1 serta akumulasi
curah hujan dari stasiun Cikitu dan Ibun. Sistem menyajikan peta interaktif, status
siaga dengan indikator warna, prediksi TMA hingga 12 jam, serta
notifikasi Telegram otomatis. Pengujian fungsional menunjukkan seluruh fitur
berjalan baik. Kegiatan diseminasi pada 3 Mei 2026 di Majalaya memperoleh
umpan balik positif dari masyarakat. Purwarupa ini berhasil menyediakan platform
informasi terstruktur yang membantu kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi
banjir.
Perpustakaan Digital ITB