digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - DEWI KAMILA NURHASANAH
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Kawah tumbukan di Bulan terbentuk akibat tumbukan benda langit kecil dengan permukaan Bulan. Ukuran dan bentuk kawah dipengaruhi oleh karakteristik penumbuk, yaitu diameter, kecepatan, material, sudut tumbukan, dan kondisi geologi permukaan Bulan. Dua wilayah utama di Bulan yaitu Mare dan Highland, memiliki sifat geologi yang berbeda. Mare berupa dataran rendah yang tersusun atas batuan basalt, sedangkan Highland berupa dataran tinggi yang tersusun atas batuan anortosit. Batuan basalt adalah batuan yang terbentuk oleh lava yang membeku, sedangkan batuan anortosit adalah batuan yang terbentuk karena kristalisasi lava. Kawah diklasifikasikan kedalam dua tipe utama, yaitu kawah sederhana yang merupakan kawah tanpa puncak di pusat kawah dan kawah kompleks yang merupakan kawah dengan puncak di pusat kawah. Morfologi kawah dengan ukuran diameter 15–20 km bervariasi antara tipe kawah sederhana dan kawah kompleks, bergantung kondisi permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi morfologi dan morfometri kawah Bulan berdiameter 15–20 km di Mare dan Highland. Data diperoleh dari misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) dan dianalisis menggunakan QGIS dan Python. Kawah yang dipilih pada penelitian ini adalah kawah yang tepinya terlihat jelas atau disebut sebagai tipe A, tidak berbentuk elips, dan tepi kawah tidak terpotong. Kawah-kawah ini terletak pada 60?LU–60?LS. Dari kriteria tersebut ditemukan 76 buah kawah, yang terdiri dari 68 buah kawah sederhana dan sisanya berupa kawah kompleks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan hubungan signifikan antara kedalaman kawah dan diameter kawah. Berdasarkan data yang dianalisis, pada kawah sederhana di Mare tidak dijumpai kawah dengan kedalaman kurang dari 1, 81 ± 0, 10 km atau d D < 0, 122 ± 0, 008, sedangkan pada Highland tidak dijumpai kawah dengan kedalaman kurang dari 1, 74 ± 0, 08 km atau d D < 0, 099 ± 0, 005. Untuk kawah kompleks di Mare, tidak dijumpai kawah dengan kedalaman kurang dari 1, 75±0, 10 km atau d D < 0, 104±0, 009, sedangkan di Highland tidak dijumpai kawah dengan kedalaman kurang dari 2, 66±0, 09 km atau d D < 0, 155±0, 019. Temuan ini menunjukkan bahwa, dalam data yang digunakan, kawah kompleks di Highland cenderung lebih dalam dibandingkan kawah sederhana di Highland maupun kawah di Mare.