digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Triple-negative breast cancer (TNBC) merupakan subtipe kanker payudara yang agresif dan memiliki prognosis buruk akibat pilihan terapi yang terbatas. Simvastatin berpotensi menjadi agen antikanker melalui penghambatan jalur mevalonat dan modulasi heat shock protein 90 (Hsp90). Sebelumnya tim riset kami telah mengembangkan sistem liposom termodifikasi natrium oleat untuk penghantaran simvastatin. Dari uji sitotoksik terhadap TNBC, ditemukan potensi yang sangat baik. Studi mendalam perlu dilakukan untuk menentukan kaitannya dengan ekspresi Hsp90. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh liposom simvastatin terhadap ekspresi HSP90AB1 pada sel 4T1 dan MDA-MB-231. Liposom simvastatin (Lipo-Sim), liposom simvastatin termodifikasi poly(lactic-coglycolic acid) (Lipo-Sim-PLGA), dan liposom simvastatin termodifikasi natrium oleat (Lipo-Sim-NaOL) dibuat dengan metode hidrasi lapis tipis, kemudian dikarakterisasi berdasarkan ukuran partikel, indeks polidispersitas (PDI), potensial zeta, dan efisiensi enkapsulasi. Sel 4T1 dan MDA-MB-231 diberi perlakuan larutan simvastatin tanpa sistem penghantaran, Lipo-Sim, Lipo-Sim-PLGA, dan LipoSim-NaOL pada konsentrasi IC30 selama 24 jam. Ekspresi HSP90AB1 diukur menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa Lipo-Sim memiliki ukuran partikel sebesar 129,03 ± 13,40 nm, PDI sebesar 0,33 ± 0,05, potensial zeta sebesar -12,89 ± 2,08 mV, dan efisiensi enkapsulasi sebesar 71,21 ± 5,91%; Lipo-Sim-PLGA memiliki ukuran partikel sebesar 158,97 ± 9,36 nm, PDIsebesar 0,33 ± 0,03, potensial zeta sebesar -11,76 ± 0,50 mV, dan efisiensi enkapsulasi sebesar 81,08 ± 9,77%; sedangkan, Lipo-Sim-NaOL memiliki ukuran partikel sebesar 75,36 ± 8,06 nm, PDI sebesar 0,4 ± 0,01, potensial zeta sebesar -7,43 ± 2,29 mV, dan efisiensi enkapsulasi sebesar 81,40 ± 7,99%. Hasil pengujian ELISA menunjukkan bahwa LipoSim-NaOL berpotensi menurunkan ekspresi HSP90AB1 pada sel MDA-MB-231, sedangkan sel 4T1 belum menunjukkan perubahan ekspresi sehingga diperlukan optimasi lebih lanjut terkait protokol pengujiannya.