Produk paper merupakan barang komoditas yang diproduksi oleh PT. X
yang dijual ke pasar ekspor dan domestik. Produk cutsize dan folio yang sudah
selesai diproduksi akan diletakkan sementara di paper warehouse khususnya
palletize warehouse. Produksi paper di PT. X menggunakan sistem produksi MTO
(make-to-order) sehingga produksi baru dimulai pada saat order dari customer
dirilis ke Mill. Setiap tahun, tim sales mempersiapkan alokasi mingguan untuk
penjualan paper di setiap wilayah destinasi customer. Permasalahan ditemukan di
pasar ekspor dimana jumlah aktual volume order paper yang dirilis ke Mill
melebihi alokasi mingguan yang sudah ditentukan sebelumnya.
Hal ini memunculkan tantangan bagi tim SCM dalam proses booking mother
vessel dan empty container ke forwarder (3PL) sesuai jumlah volume order aktual,
hal ini berdampak pada tambahan biaya mitigasi inventori yang perlu dikeluarkan
oleh PT. X untuk mengendalikan tingkat inventori di palletize warehouse.
Penelitian ini mengembangkan model peramalan permintaan untuk jumlah volume
order paper dengan menggunakan machine learning dan parameter custom loss
over-prediction (?) dan under-prediction (?) berdasarkan data historis di enam
wilayah penjualan, kemudian menghitung kebutuhan jumlah empty container.
Hasil peramalan pada enam wilayah penjualan (A–F) menunjukkan model
peramalan dengan nilai custom loss (eror) dan total biaya mitigasi inventori untuk
memesan empty container adalah model ensemble RNN-LSTM, XGBoost-RNN,
LightGBM-LSTM, LightGBM-RNN, XGBoost-LSTM, dan XGBoost-LSTM. Proses
validasi dilakukan dengan membandingkan total biaya mitigasi inventori antara
model saat ini (moving average n=24) dan model usulan, total biaya mitigasi
inventori model usulan menunjukkan penurunan biaya daripada model saat ini di
wilayah A, B, C sebesar 11%, 17%, 14%, dan wilayah D, E, F sebesar 29%, 17%,
dan 16% dengan total empty container yang perlu dipesan selama periode data
testing 5 bulan adalah 1.030, 672, 836, 848, 303, dan 267 container.
Perpustakaan Digital ITB