digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Dewi Supryati

Penelitian ini berfokus pada pengembangan model optimasi terpadu untuk mengatasi masalah fragmentasi antara proses nesting dan penjadwalan produksi di lingkungan manufaktur PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Permasalahan utama berupa inefisiensi material dan keterlambatan produksi pada lini komponen sayap CN235 diidentifikasi bersumber dari pendekatan tradisional yang menyelesaikan kedua proses secara terpisah. Untuk itu, dirumuskan model Mixed-Integer Linear Programming (MILP) yang mengintegrasikan Two-Dimensional Bin Packing Problem dengan penjadwalan flow shop dua tahap ke dalam satu kerangka matematis dengan fungsi tujuan ganda: meminimalkan jumlah batch sebagai proksi efisiensi material dan meminimalkan total keterlambatan. Model yang dikembangkan mengakomodasi berbagai constraint operasional, termasuk rotasi dan larangan overlapping, serta diimplementasikan menggunakan MATLAB R2022a. Hasil evaluasi melalui studi kasus data riil menunjukkan bahwa model terintegrasi menghasilkan kinerja yang secara signifikan lebih unggul dibandingkan pendekatan konvensional. Model ini berhasil mengurangi jumlah batch dan total keterlambatan secara bersamaan, dengan mengoptimalkan pembentukan batch yang padat secara geometris sekaligus harmonis dari aspek waktu proses. Kebaruan penelitian terletak pada formulasi matematisterpadu yang menyatukan constraint spasial dan temporal dalam satu kerangka solusi, memberikan kontribusi teoretis pada bidang Integrated Process Planning and Scheduling serta kontribusi praktis berupa kerangka kerja yang dapat diadopsi industri manufaktur untuk meningkatkan efisiensi sistem produksi secara holistik.