Penelitian ini berfokus pada pengembangan model optimasi terpadu untuk
mengatasi masalah fragmentasi antara proses nesting dan penjadwalan produksi di
lingkungan manufaktur PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Permasalahan utama
berupa inefisiensi material dan keterlambatan produksi pada lini komponen sayap
CN235 diidentifikasi bersumber dari pendekatan tradisional yang menyelesaikan
kedua proses secara terpisah. Untuk itu, dirumuskan model Mixed-Integer Linear
Programming (MILP) yang mengintegrasikan Two-Dimensional Bin Packing
Problem dengan penjadwalan flow shop dua tahap ke dalam satu kerangka
matematis dengan fungsi tujuan ganda: meminimalkan jumlah batch sebagai proksi
efisiensi material dan meminimalkan total keterlambatan. Model yang
dikembangkan mengakomodasi berbagai constraint operasional, termasuk rotasi
dan larangan overlapping, serta diimplementasikan menggunakan MATLAB
R2022a.
Hasil evaluasi melalui studi kasus data riil menunjukkan bahwa model terintegrasi
menghasilkan kinerja yang secara signifikan lebih unggul dibandingkan pendekatan
konvensional. Model ini berhasil mengurangi jumlah batch dan total keterlambatan
secara bersamaan, dengan mengoptimalkan pembentukan batch yang padat secara
geometris sekaligus harmonis dari aspek waktu proses. Kebaruan penelitian terletak
pada formulasi matematisterpadu yang menyatukan constraint spasial dan temporal
dalam satu kerangka solusi, memberikan kontribusi teoretis pada bidang Integrated
Process Planning and Scheduling serta kontribusi praktis berupa kerangka kerja
yang dapat diadopsi industri manufaktur untuk meningkatkan efisiensi sistem
produksi secara holistik.
Perpustakaan Digital ITB