Proses pelelehan es di dalam pipa merupakan fenomena perubahan fase yang
dipengaruhi oleh kondisi termal, difusi, serta bentuk geometri domain. Penelitian
ini bertujuan untuk mengkaji model numerik pelelehan es dengan menggunakan
metode Forward Time Centered Space (FTCS) orde empat dan Compact Finite
Di!erence Method (CFDM) orde empat. Ketebalan es dimodelkan sebagai fungsi
dua dimensi terhadap ruang dan waktu yang memenuhi persamaan adveksi-difusipelelehan.
Beberapa formulasi laju pelelehan dikaji, yaitu baseline melting, heattransfer
modification, sub-melting formulation, dan oscillatory sub-melting. Model
tersebut diterapkan pada geometri lingkaran dan elips untuk melihat pengaruh bentuk
domain terhadap distribusi ketebalan es, lokasi puncak, serta evolusi ketebalan
maksimum terhadap waktu. Hasil simulasi tanpa difusi menunjukkan bahwa kedua
metode numerik mampu mereproduksi solusi analitik dengan sangat baik. Pada
kasus dengan difusi, FTCS dan CFDM menghasilkan profil ketebalan, nilai puncak,
dan lokasi puncak yang sangat berdekatan. Perbedaan utama antara keduanya
terletak pada efisiensi komputasi, dengan metode FTCS yang secara umum membutuhkanwaktu
simulasi lebih singkat dibandingkan CFDM. Selain itu, hasil penelitian
menunjukkan bahwa difusi berperan dalam meratakan distribusi ketebalan es dan
menurunkan nilai puncak, sedangkan parameter heat-transfer dan parameter submelting
memengaruhi intensitas perubahan ketebalan es. Penelitian ini diharapkan
dapat menjadi dasar dalam pengembangan model numerik untuk proses pelelehan
es dan fenomena perubahan fase lainnya pada sistem perpipaan.
Perpustakaan Digital ITB