Perancangan jaringan rantai pasok beras subsidi merupakan permasalahan strategis
dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di Provinsi Jawa Barat
yang memiliki volume distribusi besar, cakupan wilayah yang luas, serta
keterbatasan kapasitas fasilitas logistik. Sistem distribusi yang tidak terkoordinasi
secara optimal berpotensi menimbulkan pemborosan biaya, ketidakseimbangan
aliran pasokan, serta keterlambatan pemenuhan permintaan. Penelitian ini bertujuan
untuk merancang jaringan rantai pasok beras subsidi dengan menentukan variabel
keputusan utama berupa aliran produk antar fasilitas, keputusan biner pembukaan
gudang, serta frekuensi pengiriman produk guna meminimalkan biaya total sistem.
Metode penelitian dilakukan melalui pengembangan model matematis berbasis
Mixed Integer Linear Programming (MILP) yang diselesaikan menggunakan
metode exact dengan perangkat lunak Gurobi serta pendekatan heuristik Genetic
Algorithm (GA). Model optimisasi diformulasikan dalam kerangka multi-periode
dengan fungsi tujuan meminimasi biaya tetap pengoperasian gudang, biaya
transportasi, dan biaya pembelian produk dari pemasok. Evaluasi kinerja dilakukan
melalui analisis kualitas solusi, waktu komputasi, serta analisis sensitivitas terhadap
parameter sistem dan parameter algoritma.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa GA mampu menghasilkan solusi dengan
kualitas mendekati metode exact pada kasus verifikasi serta tetap memberikan
solusi layak pada permasalahan berskala besar dengan waktu komputasi yang lebih
efisien. Implementasi solusi usulan pada data aktual menunjukkan penurunan total
biaya sistem sebesar 36,36%, terutama berasal dari efisiensi distribusi gudang–
konsumen serta penurunan biaya operasional fasilitas. Selain itu, konfigurasi
jaringan usulan meningkatkan utilisasi gudang terpilih hingga mendekati kapasitas
optimal dan menghilangkan pengoperasian fasilitas dengan tingkat pemanfaatan
rendah.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi pendekatan MILP dengan Gurobi
dan GA efektif digunakan untuk menentukan konfigurasi jaringan dan kebijakan
distribusi beras subsidi. Penelitian lanjutan disarankan untuk memasukkan unsur
ketidakpastian permintaan dan dinamika operasional guna meningkatkan realisme
model.
Perpustakaan Digital ITB