digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Dewi Supryati

Perancangan jaringan rantai pasok beras subsidi merupakan permasalahan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di Provinsi Jawa Barat yang memiliki volume distribusi besar, cakupan wilayah yang luas, serta keterbatasan kapasitas fasilitas logistik. Sistem distribusi yang tidak terkoordinasi secara optimal berpotensi menimbulkan pemborosan biaya, ketidakseimbangan aliran pasokan, serta keterlambatan pemenuhan permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang jaringan rantai pasok beras subsidi dengan menentukan variabel keputusan utama berupa aliran produk antar fasilitas, keputusan biner pembukaan gudang, serta frekuensi pengiriman produk guna meminimalkan biaya total sistem. Metode penelitian dilakukan melalui pengembangan model matematis berbasis Mixed Integer Linear Programming (MILP) yang diselesaikan menggunakan metode exact dengan perangkat lunak Gurobi serta pendekatan heuristik Genetic Algorithm (GA). Model optimisasi diformulasikan dalam kerangka multi-periode dengan fungsi tujuan meminimasi biaya tetap pengoperasian gudang, biaya transportasi, dan biaya pembelian produk dari pemasok. Evaluasi kinerja dilakukan melalui analisis kualitas solusi, waktu komputasi, serta analisis sensitivitas terhadap parameter sistem dan parameter algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GA mampu menghasilkan solusi dengan kualitas mendekati metode exact pada kasus verifikasi serta tetap memberikan solusi layak pada permasalahan berskala besar dengan waktu komputasi yang lebih efisien. Implementasi solusi usulan pada data aktual menunjukkan penurunan total biaya sistem sebesar 36,36%, terutama berasal dari efisiensi distribusi gudang– konsumen serta penurunan biaya operasional fasilitas. Selain itu, konfigurasi jaringan usulan meningkatkan utilisasi gudang terpilih hingga mendekati kapasitas optimal dan menghilangkan pengoperasian fasilitas dengan tingkat pemanfaatan rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi pendekatan MILP dengan Gurobi dan GA efektif digunakan untuk menentukan konfigurasi jaringan dan kebijakan distribusi beras subsidi. Penelitian lanjutan disarankan untuk memasukkan unsur ketidakpastian permintaan dan dinamika operasional guna meningkatkan realisme model.