digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Rokok elektrik pada awalnya diciptakan untuk menjadi solusi atas tingginya konsumsi rokok konvensional. Dalam kenyataannya rokok elektrik menjadi masalah baru karena tidak menjadi solusi, tetapi menyebabkan konsumsi tembakau semakin meningkat. Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan konsumsi rokok elektrik ini meningkat. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah adanya interaksi antara perokok elektrik yang aktif dengan nonperokok elektrik aktif (rentan rokok elektrik). Dalam tugas akhir ini akan dimodelkan pengaruh perokok elektrik di dalam suatu populasi dengan model SIR. Model dibagi menjadi 2,yaitu model tanpa penanganan terhadap perokok elektrik dan model dengan penanganan terhadap perokok elektrik. Analisis model dilakukan dengan mencari titik kesetimbangan dan kestabilannya serta akan dilakukan analisis numerik dengan nilai-nilai parameter yang berbeda.