digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 ARIEF ARDYANSYAH ABSTRAK
PUBLIC Open In Flipbook Dwi Ary Fuziastuti

Pemodelan matematika merupakan proses penting dalam pembelajaran matematika modern karena melibatkan kemampuan siswa untuk memahami situasi dunia nyata, menyederhanakan permasalahan, membangun model matematika, melakukan perhitungan, serta menafsirkan kembali hasilnya. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemodelan matematika siswa SMA di Indonesia masih tergolong rendah, yang ditandai dengan kesulitan dalam mengidentifikasi informasi relevan, membuat asumsi, menyusun model yang sesuai, serta mengaitkan solusi matematika dengan konteks masalah. Rendahnya kemampuan ini diperburuk oleh minimnya buku ajar pemodelan berbahasa Indonesia yang berkualitas, keterbatasan contoh soal yang kontekstual, dan belum tersedianya perangkat scaffolding yang membantu siswa menavigasi tahapan pemodelan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar pemodelan matematika yang relevan dengan kebutuhan siswa SMA pada elemen geometri, analisis data dan peluang, serta selaras dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka (KEMDIKBUDRISTEK No. 046/H/KR/2025). Buku ajar pemodelan yang dikembangkan memanfaatkan prinsip scaffolding berdasarkan tahapan pemodelan oleh Solution Plan (DISUM-project), Galbraith dan Holton (2018), serta Garfunkel dan Montgomery (2019). Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi angket ahli materi, angket ahli kegrafikaan, angket respons pengguna, lembar validasi ahli, Metode tes dengan soal/tugas pemodelan, serta kuesioner kesiapan pedagogik pemodelan calon guru matematika. Sebelum pengembangan buku ajar pemodelan dilakukan, peneliti terlebih dahulu mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam pembelajaran, khususnya terkait rendahnya kemampuan pemodelan matematika siswa, dan belum tersedianya buku ajar pemodelan yang memadai. Subjek penelitian ini terdiri atas 26 siswa kelas XI SMA sebagai subjek uji coba sampel produk, 126 mahasiswa pendidikan matematika tingkat akhir sebagai responden kesiapan pedagogik (dengan 16 mahasiswa mengikuti tugas diagnostik pemodelan), serta 25 guru matematika berpengalaman sebagai responden penilai kepraktisan buku ajar pemodelan matematika. Selanjutnya, peneliti merancang buku ajar pemodelan yang mencakup perencanaan judul buku, desain kover, tata letak, serta garis besar isi buku. Secara konten, buku yang dikembangkan terdiri atas empat bab. Bab I merupakan landasan implementasi pemodelan matematika bagi guru. Bab II hingga Bab IV secara berturut-turut berisi soal-soal pemodelan elemen geometri, analisis data dan peluang, serta solusinya. Setiap bab disajikan secara sistematis sesuai alur yang dirancang, diawali dengan penjelasan materi prasyarat yang diperlukan siswa, serta panduan singkat berupa informasi penting untuk guru pada setiap paket soal. Setelah draf awal buku ajar pemodelan disusun, tahapan selanjutnya adalah memvalidasi buku yang dilakukan oleh 8 validator ahli materi dan 2 validator ahli kegrafikaan. Hasil pengolahan skor angket ahli materi dan kegrafikaan menunjukkan bahwa buku ajar pemodelan yang dikembangkan dikategorikan sangat baik dari segi kevalidan. Revisi dan rencana tindak lanjut berdasarkan komentar dan saran yang dituliskan oleh validator kemudian dilakukan oleh peneliti. Buku ajar pemodelan yang telah direvisi kemudian diberikan kepada 25 responden guru matematika untuk mengisi angket respons pengguna. Uji coba salah satu paket soal yang dihasilkan diberikan kepada 26 responden siswa dan 16 calon guru matematika untuk mengukur kemampuan pemodelan responden. Selanjutnya kuesioner kesiapan pedagogik pemodelan diberikan untuk menilai kesiapan calon guru dalam memahami dan menerapkan pembelajaran pemodelan matematika. Dengan demikian, disimpulkan bahwa dalam penelitian ini buku ajar pemodelan matematika yang dikembangkan dinyatakan layak dan praktis untuk digunakan sebagai sumber belajar mandiri maupun pendukung pembelajaran di kelas.