Karakterisasi bawah permukaan diperlukan untuk mendukung pengelolaan lahan
pertanian berbasis pertanian presisi. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi
distribusi resistivitas dan konduktivitas bawah permukaan pada formasi sedimen
dan vulkanik, mengevaluasi hubungan metode Electrical Resistivity Tomography
(ERT) dan Electromagnetic Induction (EMI), serta menyusun acuan karakterisasi
lahan berbasis geofisika. Penelitian dilakukan pada lahan pertanian di Kabupaten
Cirebon (sedimen) dan Kabupaten Sumedang (vulkanik) menggunakan ERT
konfigurasi Dipole-Dipole, Schlumberger, dan Wenner serta EMI dengan EM38-
MK2. Hasil menunjukkan bahwa lokasi sedimen memiliki resistivitas rendah
(1,20–5,99 ?m) dan konduktivitas tinggi (114–178 mS/m), yang berkaitan dengan
dominasi material lempung, kadar air, dan salinitas. Sebaliknya, lokasi vulkanik
menunjukkan resistivitas lebih tinggi (66,9–150 ?m) dan konduktivitas lebih
rendah (10–42 mS/m), yang mencerminkan dominasi material vulkanik heterogen.
Integrasi ERT dan EMI menghasilkan pola distribusi bawah permukaan yang
konsisten dan meningkatkan identifikasi variasi sifat fisik tanah. Hasil interpretasi
juga menunjukkan kesesuaian dengan data test pit. Integrasi kedua metode tersebut
dapat digunakan sebagai dasar karakterisasi, zonasi, dan pengelolaan lahan
pertanian untuk mendukung penerapan pertanian presisi
Perpustakaan Digital ITB