digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Jerson Toufik
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

Karakterisasi bawah permukaan diperlukan untuk mendukung pengelolaan lahan pertanian berbasis pertanian presisi. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi distribusi resistivitas dan konduktivitas bawah permukaan pada formasi sedimen dan vulkanik, mengevaluasi hubungan metode Electrical Resistivity Tomography (ERT) dan Electromagnetic Induction (EMI), serta menyusun acuan karakterisasi lahan berbasis geofisika. Penelitian dilakukan pada lahan pertanian di Kabupaten Cirebon (sedimen) dan Kabupaten Sumedang (vulkanik) menggunakan ERT konfigurasi Dipole-Dipole, Schlumberger, dan Wenner serta EMI dengan EM38- MK2. Hasil menunjukkan bahwa lokasi sedimen memiliki resistivitas rendah (1,20–5,99 ?m) dan konduktivitas tinggi (114–178 mS/m), yang berkaitan dengan dominasi material lempung, kadar air, dan salinitas. Sebaliknya, lokasi vulkanik menunjukkan resistivitas lebih tinggi (66,9–150 ?m) dan konduktivitas lebih rendah (10–42 mS/m), yang mencerminkan dominasi material vulkanik heterogen. Integrasi ERT dan EMI menghasilkan pola distribusi bawah permukaan yang konsisten dan meningkatkan identifikasi variasi sifat fisik tanah. Hasil interpretasi juga menunjukkan kesesuaian dengan data test pit. Integrasi kedua metode tersebut dapat digunakan sebagai dasar karakterisasi, zonasi, dan pengelolaan lahan pertanian untuk mendukung penerapan pertanian presisi