VALEZKA MINERVA SUHARLI
EMBARGO  2029-08-07 
EMBARGO  2029-08-07 
VALEZKA MINERVA SUHARLI
EMBARGO  2029-08-07 
EMBARGO  2029-08-07 
VALEZKA MINERVA SUHARLI
EMBARGO  2029-08-07 
EMBARGO  2029-08-07 
VALEZKA MINERVA SUHARLI
EMBARGO  2029-08-07 
EMBARGO  2029-08-07 
VALEZKA MINERVA SUHARLI
EMBARGO  2029-08-07 
EMBARGO  2029-08-07 
VALEZKA MINERVA SUHARLI
EMBARGO  2029-08-07 
EMBARGO  2029-08-07 
Penyakit Alzheimer merupakan salah satu masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Eksplorasi senyawa bioaktif baru yang berpotensi menghambat enzim kolinesterase yang berperan dalam penyakit Alzheimer sangat penting untuk dilakukan. Biodiversitas tumbuhan Indonesia yang tinggi dan dikenal dengan potensinya sebagai sumber obat memberikan peluang besar dalam penemuan senyawa bioaktif alami. Salah satu tumbuhan obat yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Dehaasia. Tumbuhan dalam genus ini termasuk dalam famili Lauraceae dan tersebar luas di wilayah Asia Tenggara dan Cina. Genus ini diketahui mengandung metabolit sekunder golongan alkaloid, terpenoid, dan fenilpropanoid, dengan aktivitas biologis yang beragam, sehingga berpotensi untuk digunakan dan dikembangkan sebagai obat. Salah satu spesies dari genus ini adalah Dehaasia sumatrana. Namun, hingga saat ini penelitian kajian metabolit sekunder pada daun tumbuhan
D. sumatrana serta bioaktivitas anti-Alzheimernya belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi metabolit sekunder yang terkandung dalam daun D. sumatrana yang tumbuh di Kebun Raya Bogor, Indonesia, serta menguji aktivitas inhibisi enzim kolinesterase dari ekstrak metanol daun D. sumatrana dan senyawa hasil isolasi. Proses isolasi dimulai dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi terhadap serbuk daun dalam pelarut metanol. Klorofil dari ekstrak metanol daun dipisahkan dengan ekstraksi cair-cair menggunakan n-heksana. Ekstrak metanol bebas klorofil selanjutnya difraksinasi dan dimurnikan melalui berbagai teknik kromatografi, yaitu kromatografi cair vakum (KCV), kromatografi kolom gravitasi (KKG) menggunakan fasa diam silika, serta KKG menggunakan fasa diam Sephadex LH-20. Senyawa murni hasil isolasi diidentifikasi strukturnya menggunakan spektroskopi NMR (1D dan 2D), spektrometri massa (MS), dan putaran optik. Senyawa hasil isolasi dari ekstrak daun
D. sumatrana kemudian diuji lebih lanjut aktivitas inhibisinya terhadap enzim asetilkolinesterase dan butirilkolinesterase. Pada penelitian ini telah berhasil diperoleh dua lignan dibenzosiklooktadiena, yaitu kadsulignan L dan kadsulignan N, dari ekstrak daun
D. sumatrana. Kedua senyawa tersebut pertama kali diidentifikasi pada genus Dehaasia (Lauraceae), tetapi telah dilaporkan dari genus lain, seperti Kadsura (Schisandraceae). Hasil uji bioaktivitas menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun, kadsulignan L, dan kadsulignan N memiliki persentase inhibisi terhadap asetilkolinesterase berturut-turut sebesar 59,9 ± 1,87%; 6,5 ± 2,36%; dan 19,2 ± 2,34%. Sementara itu, persentase inhibisi terhadap butirilkolinesterase berturut-turut adalah 59,3 ± 2,26%; 25,9 ± 2,91%; dan 11,3 ± 2,35%. Hasil tersebut juga memperlihatkan bahwa ekstrak metanol daun dan kedua senyawa hasil isolasi memiliki aktivitas inhibisi yang rendah terhadap enzim asetilkolinesterase dan butirilkolinesterase.
Perpustakaan Digital ITB