Perekonomian Indonesia masih bertumbuh positif, begitu pula sektor FMCG dan manufaktur. Perusahaan konsumen lokal Indonesia sedang naik daun di pasar lokal menyusul gelombang gerakan boikot konsumen terhadap produk asing, dan momentum ini harus dimanfaatkan oleh perusahaan lokal untuk mengembangkan bisnis mereka. Untuk mencapai hal tersebut, bisnis membutuhkan jumlah karyawan yang optimal untuk menjalankan strategi dan perencanaan. Tingkat pengunduran diri karyawan yang tinggi menjadi tantangan bagi bisnis untuk menangkap peluang bisnis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan apa saja faktor-faktor kunci yang menyebabkan pengunduran diri, dan juga untuk merancang langkah-langkah untuk mengendalikannya.
Tinjauan literatur menghasilkan enam kemungkinan penyebab pengunduran diri karyawan (pengembangan diri, beban kerja, kemajuan karier, hubungan di tempat kerja, penghargaan & pengakuan, dan kepuasan kerja). Sebuah perusahaan konsumen konglomerat lokal digunakan sebagai objek penelitian ini. Analisis dari hasil kuesioner pengunduran diri (n=544), wawancara mendalam dengan karyawan yang mengundurkan diri (menggunakan pengkodean manual), dan kunjungan lapangan ke cabang dilakukan untuk menentukan faktor-faktor pendorong utama pengunduran diri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam faktor yang disebutkan di atas memengaruhi keputusan pengunduran diri karyawan, dengan penekanan utama pada kemajuan karier, beban kerja, dan penghargaan & pengakuan yang skornya di bawah rata-rata keseluruhan. Empat inisiatif diusulkan untuk mengendalikan tingkat pengunduran diri, dengan mempertimbangkan hasil pendorong utama pengunduran diri dan hasil tinjauan pustaka. Keempat inisiatif tersebut adalah: pasar kerja internal, jenjang karier ganda, pengaturan kerja fleksibel, dan survei kompensasi eksternal.
Perpustakaan Digital ITB