digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sampah makanan merupakan salah satu kontributor utama perubahan iklim di Indonesia, yang menimbulkan ancaman signifikan terhadap keberlanjutan global. Sampah makanan di tempat pembuangan akhir berkontribusi terhadap emisi metana lebih banyak dibandingkan material lain yang dibuang di tempat pembuangan akhir karena pembusukannya yang cepat. Salah satu masalah ini terjadi di wilayah Bandung, di mana tragedi kemanusiaan akibat ledakan sampah dan longsor terjadi 20 tahun lalu, yang menyebabkan masalah sampah yang parah. Masalah serupa kini terjadi lagi. Data terbaru menunjukkan bahwa tempat pembuangan sampah akhir di wilayah Bandung telah mencapai 1200% dari kapasitasnya, dengan sekitar 45% dari total sampah didominasi oleh sampah makanan. Sebagai respons terhadap situasi ini, studi ini mensimulasikan masalah sampah makanan di wilayah Bandung, khususnya di restoran prasmanan untuk mengidentifikasi mekanisme di balik masalah sampah dan menemukan solusinya. Studi ini mengusulkan Agent-Based Modelling sebagai alat untuk menjelaskan masalah limbah makanan di Bandung, Indonesia dan bagaimana cara menguranginya, yang dibentuk oleh berbagai skenario. Simulasi kami menunjukkan bahwa penerapan kebijakan baru dapat mengurangi jumlah limbah makanan yang dihasilkan oleh restoran tersebut. Instrumen yang paling efektif adalah gabungan antara kebijakan pemberian hadiah dan denda. Kata kunci: Agent-Based Model, Prasmanan, Sampah Makanan, Kebijakan, Simulasi